
Menurut Iqna, mengutip kantor berita resmi Suriah (SANA), Kementerian Kesehatan Suriah mengumumkan dalam statistik non-final bahwa jumlah korban serangan teroris pada acara wisuda Sekolah Perwira Militer di Homs telah meningkat menjadi 89 orang, termasuk 31 perempuan dan 5 anak-anak. Kementerian Kesehatan mengumumkan jumlah korban luka dalam pengumumannya di dunia maya sebanyak 277 orang.
Hassan al-Ghabash, Menteri Kesehatan Suriah, dalam sebuah wawancara dengan saluran Al-Suriyeh kemarin, mengatakan: "Tingkat keparahan cedera yang dialami orang-orang ini berbeda-beda dan staf medis menyiapkan semua peralatan medis dan melakukan semua operasi yang diperlukan serta berhasil merawat semua korban cedera."
Koresponden Al-Mayadeen di Suriah melaporkan Jumat pagi ini, 6 Oktober, bahwa acara pemakaman para syuhada serangan teroris dimulai di depan rumah sakit militer Homs.

Reporter Al-Mayadeen melaporkan: “Saat ini, jenazah 28 syuhada Suriah dimakamkan di depan Rumah Sakit Militer Homs di hadapan Jenderal Ali Abbas, Menteri Pertahanan negara ini.”
Deklarasi solidaritas Ansarullah terhadap bangsa Suriah
Dengan mengutuk serangan kelompok teroris terhadap perguruan tinggi militer di kota Homs, Suriah, kantor politik gerakan Ansarullah Yaman menekankan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis mengambil keuntungan dari kejahatan ini.
Penekanan Putin pada hukuman yang pantas bagi pelaku teror
Dalam pesannya kepada Bashar al-Assad, Presiden Suriah, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan dan cederanya sejumlah besar warga Suriah dalam ledakan teroris kemarin.
Dengan mengumumkan berita ini, Istana Kremlin mengutip perkataan Putin kepada Assad: "Kami mengutuk keras serangan teroris di Homs dan menganggapnya sebagai kejahatan biadab. Kami berharap organisasi pengkoordinirnya akan menerima hukuman berat, kami bermaksud untuk terus bekerjasama dengan mitra kami di Suriah dalam memerangi semua jenis terorisme."
TV resmi Suriah mengumumkan kemarin sore (5 Oktober) tentang serangan pesawat tak berawak teroris pada acara wisuda lulusan perguruan tinggi militer di provinsi Homs dan mengatakan bahwa serangan ini menimbulkan banyak korban.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah disebutkan bahwa kejahatan ini menunjukkan kegigihan para pelakunya untuk melanjutkan pendekatan teroris brutal dan berdarah yang dialami bangsa Suriah dalam beberapa tahun terakhir.
Dinyatakan dalam pernyataan ini bahwa aksi teroris ini tidak akan pernah menghentikan upaya Suriah untuk memberantas momok terorisme dan pendukungnya, dan negara ini akan dengan tegas menanggapi kelompok-kelompok teroris ini di mana pun di Suriah hingga kehancurannya, dan berusaha untuk melakukan pembebasan wilayah Suriah dari pendudukan tentara asing dan ilegal serta milisi kriminal akan terus berlanjut.
Suriah juga mengumumkan tiga hari berkabung publik dan meminta PBB dan Dewan Keamanan untuk mengutuk tindakan terorisme pengecut ini dan memakzulkan negara-negara yang mendukung terorisme karena melakukan kejahatan terhadap rakyat negara ini. (HRY)