Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel terus menggelar ‘Demo Damai’ di di beberapa daerah di Jatim dianranya Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo hingga di Surabaya sekaligus menggalang dana dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian untuk “Palestina Merdeka”.
Di Surabaya, selama tiga hari komunitas ini fokus dalam penggalngan dana, diantaranya dua hari di sekitar perempatan Jl. Kenjeran/Suramadu Surabaya Jumat dan Sabtu (27 hingga 28 Oktober 2023) hingga di sekitar Tugu Pahlawan Surabaya.
“Memang tidak ada pesan khusus untuk Masyarakat saat penggalangan dana tersebut, kita tanpa menggunakan pengeras usara atau megaphone. Sebab nantinya dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi pengguna jalan,” tuturnya saat dikonfrimasi, Selasa (31/10/2023).
Di salah satu spanduk hingga banner tertuang tulisan “Jangan Biarkan Mereka berjuang untuk Merdeka sendirian, sebagaimana Mereka tidak Membiarkan NKRI sendirian saat baru Merdeka”. Selain itu, juga tertulis “Hanya Monster yang Terburuk yang Tega Membunuh Orang tua, Ibu-ibu dan Anak-anak”. Dan ada juga yang menampilkan tulisan “Penjajah Zionis rezim pembunuh 1.000 Bayi dan Anak-anak”.
Ia menambahkan, selama eskalasi perang yang semakin membesar, sehingga penderitaan rakyat Palestina semakin memprihatinkan, maka aksi demo damai ini tetap akan berlangsung.
“Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, yang diamanatkan dalam UUD nya, agar kita aktif dan turut serta Memperjuangkan Kemerdekasn bangsa yang masih tertindas saat itu. Sebagai bangsa Timur yang berbudaya tinggi dan tahu berterima kasih, kita mesti paham dan hendaknya membalas budi pengakuan Kemerdekaan pertama dari bangsa Palestina yang hari-hari itu penting bagi eksistensi negara RI.
Menurutnya, sebagai manusia yang waras dan yang kaum muslim terbesar di dunia, kita mesti berjihad Membela hak-hak dasar bangsa Palestina, yang ter-ringan yakni Jihad di Medsos. Mengedukasi masyarakat akan fakta-fakta penjajahan Zionis Israel, hak-hak bangsa Palestina akan tanah kelahiran, melawan Hoaks tentang “Kontinuitas Historis”, klaim palsu teks-teks suci “Janji Tuhan”, takdir bangsa Yahudi dan lainnya.
“Yang tidak banyak dipahami masyarakat juga terus menerus dihembuskan secara masif dari sumber informasi, buzzer-buzzer dari agen-agen zionis terselubung di dalam dan luar negeri,” pungkasnya penuh semangat. (HRY)
Sumber: lensaindonesia.com