
Menurut Iqna, pertemuan markas besar musabaqoh Alquran internasional ke-40, diselenggarakan pada hari Senin, 8 Januari, dengan dihadiri Hujjatul Islam wal Muslimin Gholamreza Adel, wakil budaya dan sosial dari Organisasi Wakaf dan Amal; Hamid Majidimehr, kepala pusat Urusan Alquran dari organisasi wakaf dan urusan amal dan sekelompok manajer organisasi ini.
Di bagian pertemuan ini, Hujjatul Islam wal Muslimin Adel, mengisyaratkan pada pengalaman baik mengadakan musabaqoh Alquran tingkat nasional di Bojnord. “Dengan menelaah ayat-ayat Alquran, kita menemukan bahwa dalam kitab ini, terdapat 90 ayat yang membahas tentang Alquran itu sendiri, yang menjelaskan dan menyeru lawan untuk bertarung. Sebagian besar dari hal ini adalah tentang tadabur dalam ayat-ayat tersebut dan ayat-ayat tersebut harus diikuti.,” ucapnya.
Musabaqoh Alquran Terteknis dan Termedia
Berdasarkan pemberitaan tersebut, dalam lanjutan pertemuan tersebut, Hamid Majidimehr, Kepala Pusat Urusan Alquran Organisasi Wakaf dan Amal, juga angkat bicara dan mengatakan, kami tidak mengklaim sebagai penyelenggara musabaqoh Alquran tertua, tapi kami termasuk penyelenggara paling terteknis dan termedia. Saat ini Malaysia menjadi pemimpin di bidang ini dengan menyelenggarakan 62 musabaqoh.
Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan musabaqoh Alquran di Iran tidak berhenti bahkan selama masa Corona. Ia berkata: “Dalam beberapa periode terakhir, lebih dari 40 jaringan internasional telah mengiringi musabaqoh Alquran, dan tahun ini kami akan melanjutkan pekerjaan di bidang media dengan 60 jaringan internasional. Di ranah domestik, kerja sama media selama beberapa waktu terakhir cukup baik.”
Majidi Mehr menambahkan, musabaqoh Alquran Internasional adalah event besar yang menjadi kebanggaan Republik Islam Iran. “Musabaqoh ini selama ini banyak mengalami pasang surut, untung dengan kebijaksanaan dari ketua umum organisasi wakaf ini menjadi wacana yang dominan dan berada pada jalur yang baik dari segi kualitas,” imbuhnya.
Abbas Lohrasbi, Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Organisasi Wakaf dan Amal, juga menyampaikan beberapa hal. “Kami orang Iran pada dasarnya adalah masyarakat yang hidup dan bersemangat, dan ini dibuktikan dengan banyaknya perayaan yang ada dalam budaya kami. Alquran merupakan anugerah Allah kepada umat manusia untuk mempelajari jalan dan adat istiadat hidup bahagia. Sehubungan dengan itu, saya menyarankan agar kita mengadakan musabaqoh-musabaqoh Alquran dalam suasana yang lebih bahagia,” ucapnya.
Berdasarkan laporan tersebut, di penghujung acara ini, putusan para anggota markas besar Musabaqoh Alquran Internasional ke-40 diberikan penghargaan. (HRY)