IQNA

Kedatangan Sang Juru Selamat dan Pemerintahan Orang-orang Saleh di atas Muka Bumi

13:41 - February 25, 2024
Berita ID: 3479682
IQNA - Alquran mengungkapkan dan menekankan kabar baik yang disebutkan dalam beberapa kitab suci lainnya, bahwa pemerintahan dan kedaulatan atas segala kepentingan di muka bumi berpindah dari orang lain dan sampai kepada orang-orang yang saleh.

Lusinan ayat Alquran mengangkat isu munculnya sang juru penyelamat, yang mengawali terbentuknya pemerintahan global tunggal. Antara lain, Alquran mengatakan:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya: 105)

Persoalan yang disebutkan oleh Allah swt pencipta dunia dalam dua kitab samawi dan ditekankan dengan ungkapan seperti “Qad” dan “Anna”, patut menjadi persoalan yang mendasar, sensitif dan pada akhirnya penting. Warisan berarti pengalihan harta tanpa melakukan transaksi; yang dimaksud dengan mewariskan tanah adalah kedaulatan atas kemaslahatan berpindah dari orang lain kepada orang-orang yang saleh dan keberkahan hidup di muka bumi diperuntukkan bagi mereka. Walaupun nikmat akhirat hanya diperuntukkan bagi mereka saja, namun dalam ayat ini ditegaskan bahwa segala nikmat duniawi yang ada di bumi sampai kepada mereka.

Di antara kitab-kitab samawi, hanya dua kitab ini yang disebutkan, mungkin karena Daud adalah salah satu nabi terbesar yang menegakkan pemerintahan kebenaran dan keadilan, dan Bani Israel adalah bangsa tertindas yang bangkit melawan arogansi dan menjadi pewaris kekuasaan tanah mereka.

Persoalan lainnya adalah siapakah “hamba Allah yang saleh” dalam ayat tersebut? Melihat luasnya makna "Salihuun", semua yang patut terlintas dalam pikiran; kelayakan dari segi perbuatan, dari segi ilmu dan pengetahuan, dari segi kekuasaan dan kekuatan, dari segi ketakwaan dan keimanan, dari segi perencanaan, ketertiban dan pemahaman sosial. Oleh karena itu, hanya “tertindas” bukanlah alasan untuk menang atas musuh dan berkuasa di bumi; rakyat tertindas di dunia tidak akan mencapai pemerintahan selama mereka tidak menghidupkan kembali dan mengintegrasikan kedua prinsip keimanan dan kelayakan ini.

Ketika hamba-hamba yang beriman membekali diri mereka dengan kelayakan-kelayakan ini, Allah juga akan membantu mereka untuk memotong tangan orang-orang sombong dari pemerintahan bumi dan menjadi ahli waris pemerintahan. Oleh karena itu, adalah mungkin bagi orang-orang beriman untuk mencapai segala macam keutamaan, menggulingkan pemerintahan yang korup dan menggantikan mereka hanya dengan pertolongan Allah swt dan kemunculan serta revolusi seorang juru penyelamat dari keluarga Nabi. (HRY)

captcha