IQNA

Penyelenggaraan Acara Peringatan Presiden dan Dewan Rombongan oleh Pemimpin Besar Revolusi

7:57 - May 26, 2024
Berita ID: 3480147
IQNA - Acara peringatan Presiden dan para sahabat dilaksanakan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada Minggu pagi ini di Husainiah Imam Khomeini (qs).

Menurut Iqna, acara peringatan kesyahidan Hujjatul Islam wal Muslimin Seyed Ebrahim Raisi; Almarhum presiden, Hujjatul Islam wal Muslimin Al Hashem; Imam Tabriz Jumat, Dr. Hossein Amirabdollahian; Almarhum Menteri Luar Negeri, Dr. Malik Rahmati, Almarhum Gubernur Azerbaijan Timur, Seyed Mehdi Mousavi; Tim pelindung Presiden dan awak pesawat, diselenggarakan oleh Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Sabtu pagi, 25 Mei, di Husaiiyah Imam Khomeini  (qs) dengan dihadiri para panglima angkatan bersenjata, pejabat nasional dan militer, tamu luar negeri, tokoh politik dan berbagai lapisan masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Mohammad Hossein Saidian, qari internasional negara Iran.

Kemudian, Karim Mansouri, qari internasional Iran, melantunkan ayat-ayat suci Kalamullah al-Majid.

Setelah itu, Mahmoud Karimi, madah Ahlulbait (as) dengan suaranya yang hangat, mulai membacakan madah untuk para syuhada jalan pengabdian.

Kemudian ayat-ayat suci Ilahi bergema dengan suara Ghasem Moghadami, qari internasional negara Iran.

Acara dilanjutkan dengan madah Morteza Taheri, madah Ahlulbait (as) dalam mengenang Ayatullah Raisi dan delegasi rombongan.

Selanjutnya, Hamidreza Ahmadi Wafa, qari internasional Iran, melantunkan ayat-ayat surah Ar-Rahman.

Setelah itu, Hujjatul Islam wal Muslimin Naser Rafiei, ustad hauzah dan universitas, memberikan pidato.

Ia mengisyaratkan pada isi ziarah Aminullah dan kalimat “Allahumma Faj’al Nafsi Mutmainnah bi qadarika Radhiayatan bi Sadhaika Muli’atan bi Dzikrika wa Da’aika” dan berkata: Ya Allah! kami yakin dengan perencanaan dan qadha-Mu. Mengapa sifat Ridha begitu ditekankan dalam riwayat kita? Pemimpin Tertinggi mengatakan bahwa yang terbaik telah diambil dari kita, kita tidak akan melawan takdir, kita menangis tetapi tidak bermegah. Sebagaimana apa yang telah terjadi pada Rasulullah (saw) tidak pernah mengatakan semoga hal seperti ini tidak terjadi.

Sesuai dengan yang tertuang dalam Mushaf Alquran; Allah telah memberikan dua gelar dan sifat kepada manusia yang ridha: pertama;

يا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Hai jiwa yang tenang”. Orang yang ridha adalah orang yang muthmainnah/tenang, dan yang kedua;

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ

 “Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah” orang yang ridho dengan keridhaan Allah, mereka adalah Hizbullah yang sesungguhnya.

Di penghujung, Hujjatul Islam wal Muslimin Naser Rafiei membawakan maqtal Az-Zahra (as) dan peristiwa Karbala. (HRY)

 

4218150

captcha