IQNA

Pemimpin Ansarullah Yaman: Rezim Zionis Berusaha Menghancurkan Sebanyak Mungkin Warga Palestina

10:16 - August 30, 2025
Berita ID: 3482608
IQNA - Pemimpin Ansarullah Yaman menekankan bahwa musuh Israel secara sengaja, terbuka, dan terencana berupaya menghancurkan sebanyak mungkin rakyat Palestina.

Menurut Iqna mengutip Al-Alam, Sayyid Abdul Malik Badreddin Al-Houthi, pemimpin Ansarullah Yaman, menyatakan: “Setiap minggu, musuh Israel menargetkan rakyat Palestina di Gaza dengan segala cara genosida, pembunuhan, dan penerapan kebijakan kelaparan”.

“Kejahatan penargetan rumah sakit adalah kejahatan yang sangat keji dan biadab,” imbuhnya.

Pemimpin Ansarullah menganggap Amerika sebagai mitra dalam penghancuran tersebut karena dukungan Washington terhadap Tel Aviv dan jebakan maut yang terus-menerus merenggut korban Palestina setiap hari, dan mengutuk pengabaian total terhadap nyawa manusia dan pelanggaran terhadap semua situs-situs yang ada.

Ia menyatakan bahwa musuh Israel sengaja menargetkan rakyat Palestina di Gaza dengan menggunakan metode genosida berupa pembunuhan dan kelaparan untuk menghancurkan sebanyak mungkin warga sipil.

Sayyid Abdul Malik Al-Houthi menekankan bahwa kejahatan penjajah mencerminkan kebiadaban dan ideologi gelap, karena mereka secara brutal menargetkan warga sipil dan membunuh mereka tanpa batasan apa pun, melanggar semua nilai kemanusiaan.

“Komunitas internasional menjadi saksi tirani dan kejahatan Israel, sementara kabinet pendudukan terus membahayakan nyawa rakyat tanpa menghormati ajaran Tuhan atau hak asasi manusia,” tambahnya.

Pemimpin Ansarullah menekankan: “Apa yang dilakukan musuh Israel adalah penyimpangan dari kodrat manusia dan kebangkrutan moral dan kemanusiaan yang menyeluruh”.

Ia menambahkan, “Pemusnahan melalui kelaparan adalah kejahatan yang sungguh mengerikan, dan kejahatan ini adalah yang pertama di wilayah yang mereka sebut Timur Tengah dan juga yang pertama di dunia”.

Sayyid Abdul Malik al-Houthi menyatakan: “Musuh Israel menghancurkan 98% dari semua fasilitas pertanian, mengganggu sektor pertanian, dan mencegah rakyat Gaza mendapatkan mata pencaharian utama mereka. Setelah menghancurkan pertanian, musuh Israel mencegah barang-barang masuk ke rakyat Gaza, dan kemudian, ketika populasi mencapai titik kritis, mereka juga mencegah bantuan memasuki pelabuhan-pelabuhan Jalur Gaza.

Ia mencatat bahwa musuh Israel menahan bantuan di pelabuhan-pelabuhan hingga rusak atau kehilangan kredibilitasnya, dan bahkan membakar sebagiannya.

Sayyid Abdul Malik Al-Houthi menyatakan: "Siapa pun yang memikirkan apa yang ditawarkan Barat kepada musuh Israel akan menyadari bahwa Barat adalah pendukung terbesar musuh Israel yang biadab. Banyak negara Eropa tidak mengambil langkah efektif apa pun untuk menekan musuh Israel agar menghentikan kejahatannya."

Ia menganggap Amerika terlibat dalam pendekatan kriminal dan genosida yang direncanakan ini.

“Bangsa Arab sedang disesatkan oleh kejahatan yang dilakukan terhadap Masjid Al-Aqsa,” tegas Pemimpin Ansarullah Yaman.

Sayyid Abdul Malik Al-Houthi menekankan perkembangan di kawasan tersebut: “Kejahatan rezim ini terhadap Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem yang diduduki terus berlanjut. Meskipun penggalian ekstensif di bawah Masjid Al-Aqsa telah dilakukan, Tel Aviv belum menemukan bukti bahwa Bukit Bait Suci dibangun di situs ini. Dengan penggalian ini, mereka berusaha menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Hal ini terjadi sementara kita menyaksikan kerja sama skala penuh antara Otoritas Palestina dan Tel Aviv. Ini adalah model yang sama yang coba diciptakan oleh musuh Zionis di semua negara Arab. Tel Aviv ingin menerapkan model ini di Suriah dan Lebanon agar perintah rezim ini dan Amerika dapat dilaksanakan”.

Pemimpin Ansarullah Yaman menekankan: “Netanyahu si penjahat juga senang dengan respons positif pemerintah Lebanon terhadap perintahnya. Sikap Zionis terhadap Lebanon ditegaskan bersamaan dengan pidato Netanyahu tentang rencana Zionis "Israel Raya". Pemerintah Lebanon dan beberapa rezim Arab berusaha melucuti perlawanan; sementara Zionis menargetkan negara-negara ini, dan ini dianggap sebagai kebodohan dan keruntuhan moral”.

Ia juga menyatakan, uang yang dicetak musuh Zionis 45 tahun lalu berisi peta seluruh Palestina, Yordania, Lebanon, dua pertiga Suriah, dan sebagian besar Mesir dari timur hingga Sungai Nil, serta Irak barat, utara Jazirah Arab hingga Madinah. Pengaruh Zionis di Suriah telah mencapai pinggiran Damaskus dan dekat ibu kota. Mereka memasuki Beit Jinn di pinggiran Damaskus dalam beberapa hari terakhir. Tel Aviv sedang mencari sumber daya air Suriah. Bagian selatan negara itu juga kaya akan sumber daya air. Saya katakan kepada rakyat Suriah: Mungkin akan tiba saatnya kalian terpaksa membeli setetes air dari sungai-sungai negara kalian dengan harga yang sangat mahal. Masalah air di Suriah akan menjadi alat untuk menekan rakyat negeri ini melawan rezim Zionis. Tindakan kelompok-kelompok yang menguasai Suriah serupa dengan tindakan Otoritas Palestina.

Pemimpin gerakan Ansar Allah menekankan: "Unit rudal Yaman memiliki pencapaian unik yang mengkhawatirkan musuh Zionis. Pasukan ini berhasil membuat hulu ledak klaster untuk rudal Palestine 2. Hulu ledak ini terbagi menjadi beberapa hulu ledak, dan ini dianggap sebagai pencapaian penting. Agresi rezim Zionis terhadap Yaman telah gagal." (HRY)

 

4302163

captcha