IQNA

Penghancuran Masjid dan Peningkatan Islamofobia di India

12:01 - December 24, 2025
Berita ID: 3483178
IQNA - Di tengah gelombang Islamofobia yang semakin meningkat di India dan dampaknya langsung terhadap komunitas Muslim, tindakan diskriminatif oleh pihak berwenang terhadap komunitas tersebut semakin meningkat, menimbulkan kekhawatiran serius tentang hak asasi manusia dan kebebasan minoritas agama.

Menurut Iqna mengutip situs web Voice of Pakistan, umat Muslim di India menghadapi kampanye marginalisasi dan penargetan situs-situs suci mereka yang mengancam untuk mengikis sebagian besar hak-hak fundamental mereka.

Salah satu contoh paling menonjol dari tindakan diskriminatif ini adalah pembongkaran lantai atas Masjid Sanjauli di Shimla, Himachal Pradesh, yang dimulai setelah pihak berwenang menyetujui anggaran tersebut.

Dua lantai masjid sebelumnya telah dibongkar, yang membuat marah penduduk setempat yang merasa bahwa langkah tersebut merupakan penargetan yang disengaja terhadap komunitas Muslim dan tempat ibadah mereka.

Mohammad Latif, kepala komite masjid, menyatakan ketidakpuasannya karena menjadi sasaran tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa ia tidak melihat pembenaran atas tindakan tersebut selain sebagai bagian dari kebijakan sistematis untuk meminggirkan dan melemahkan keberadaan umat Muslim di negara itu.

Ia menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengambil tindakan ini meskipun ada protes publik dan sentimen keagamaan masyarakat setempat.

Hal ini tidak terbatas pada masjid Sanjavali. Di Uttarakhand, lantai pertama dan kedua sebuah masjid di desa Kandogal ditutup karena tidak memiliki registrasi atau izin bangunan.

Meskipun banyak bangunan ilegal tetap berada di area yang sama, penargetan tempat ibadah menimbulkan pertanyaan tentang niat pihak berwenang. Tindakan tergesa-gesa ini membuat komunitas Muslim merasa tidak aman dan khawatir kebijakan tersebut akan semakin intensif di masa depan.

Para ahli mengatakan bahwa tindakan-tindakan ini termasuk dalam kerangka yang lebih luas dari Islamofobia yang disponsori negara. Mereka mencatat bahwa pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi menggunakan perangkat hukum dan administratif untuk meminggirkan komunitas Muslim dan membatasi kebebasan beragama mereka.

Sejak Modi berkuasa, India telah menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat identitas Hindu dan melemahkan minoritas, terutama Muslim, yang berjumlah sekitar 14 persen dari populasi. (HRY)

 

4324459

captcha