IQNA

Narasi Qurani Sosok Isa al-Masih (as); Gagasan untuk Menyusun Ensiklopedia Kisah-Kisah Alquran

16:59 - December 27, 2025
Berita ID: 3483189
IQNA - Penulis dan peneliti asal Libya menyatakan bahwa gagasan untuk menyusun ensiklopedia kisah para nabi dalam Alquran bermula dari percakapan di Vatikan, Italia, tentang Nabi Isa (as) untuk menjelaskan risalah para nabi sebagaimana dinyatakan dalam Alquran.

Menurut Iqna mengutip IUMS, Ensiklopedia Kisah Para Nabi dalam Alquran adalah karya Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Sedunia, seorang penulis dan peneliti Libya, yang memberikan teladan inspiratif dari kisah hidup para nabi seperti Nabi Yusuf, Nabi Ayub, dan Nabi Musa (as) untuk menghadapi krisis.

Menelaah buku ini mendekatkan makna Alquran ke pikiran pembaca, menjauhkan mereka dari cerita-cerita yang lemah, takhayul, dan omong kosong, serta meningkatkan kesadaran religius, moral, historis, politik, ekonomi, dan peradaban dalam menghadapi penindasan dan ateisme.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor media Persatuan Cendekiawan Muslim Dunia, Ash-Shallabi menyatakan tentang tujuan penyusunan ensiklopedia ini: “Gagasan untuk menyusun ensiklopedia ini muncul selama perjalanan saya ke Italia atas undangan organisasi Sant’Egidio (organisasi masyarakat sipil untuk perdamaian) dan pertemuan dengan sejumlah teman pada tahun 2015. Di sana, muncul diskusi tentang “pentingnya perdamaian dalam kehidupan manusia” dan topik Nabi Isa (as). Di antara hadirin terdapat seorang wanita Katolik Italia yang merupakan penerjemah bahasa Arab dan menerjemahkan pembicaraan antara kami dan para pendeta. Dalam diskusi ini, kami menyimpulkan bahwa Alquran adalah sumber yang telah mengungkapkan kebenaran lengkap tentang Isa (as) dalam hal keyakinan, sejarah, dan pertanyaan yang berkaitan dengan Nabi Isa dan Maryam (as). Ada juga beberapa surah Alquran, termasuk Ali Imran, Maryam, Al-Ma’idah, dll., yang membahas kisah Nabi Isa (as)”.

Ia menambahkan: “Ketika saya membacakan ayat-ayat surah Maryam kepada mereka,

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا 

Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.

وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) salat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku. (QS. Maryam: 30-31) sang penerjemah mulai menangis. Saya berkata dalam hati: “Maha Suci Allah; betapa gagalnya kita dalam menyampaikan kebenaran Nabi yang agung ini!”

“Dari sinilah Allah memberi saya wawasan untuk menulis sebuah buku tentang kehidupan Isa, putra Maryam (as); dalam buku ini, saya mengumpulkan semua yang disebutkan tentang Isa (as) dalam Alquran menggunakan metode penafsiran tematik, dan saya membahas keraguan tentang beliau dan jawaban Alquran terhadap keraguan tersebut,” lanjut Ash-Shallabi.

Ia melanjutkan: "Buku ini, yang berjudul "Kebenaran Lengkap Tentang al-Masih, Isa Putra Maryam", diterbitkan secara luas dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, dan saya mengadakan pertemuan akademis tentangnya di Eropa. Dalam pertemuan-pertemuan ini, beberapa orang percaya bahwa ada narasi baru tentang nabi ilahi ini yang tidak ada dalam budaya Katolik." 

“Setelah Isa (as), saya beralih menulis tentang kehidupan para nabi Ulil Azmi. Jadi saya mulai dengan Nuh (as) dan kemudian saya menulis kisah Adam (as). Sementara itu, saya menyadari bahwa Alquran melestarikan ingatan manusia yang agung dan menyajikan teladan-teladan hebat yang dapat diteladani,” imbuhnya.

روایت قرآنی شخصیت مسیح(ع)؛ ایده تألیف دانشنامه قصص قرآن

Mengenai tujuan ensiklopedia ini, ia menjelaskan: “Tujuan dari kumpulan ini adalah untuk menghubungkan manusia dengan Alquran, memperkuat tauhid, menjelaskan secara rasional tentang para nabi dan metode mereka dalam memerangi kebatilan, dan juga memberikan teladan praktis untuk diikuti dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup”.

Menanggapi pertanyaan: "Bagaimana kisah-kisah Alquran dapat memberikan solusi realistis untuk menghadapi tantangan manusia modern?", Ash-Shallabi menyatakan: Kisah-kisah Alquran penuh dengan teladan kehidupan nyata yang menginspirasi manusia dalam menghadapi cobaan dan tantangan. Misalnya, kisah Nabi Yusuf (as) adalah contoh kesabaran, kesucian, perencanaan, dan menghadapi godaan serta akhirnya kemenangan; dan kisah ini menginspirasi kaum muda.

Selain itu, kisah Nabi Ayub (as) adalah contoh kesabaran yang indah dan bertawassul kepada nama-nama Allah yang indah di saat-saat sulit dan kesusahan.

Di penghujung ia menyatakan: “Semua kisah dalam Alquran telah memberikan dampak pada saya, tetapi kisah Nabi Musa (as) memiliki dampak yang lebih besar karena konfrontasinya dengan pemerintahan Firaun yang zalim dan kesabaran Nabi Musa (as) dalam penganiayaan terhadap kaumnya dan bagaimana beliau berjuang untuk membebaskan orang-orang yang tertindas”. (HRY)

 

4322621

captcha