IQNA

Al-Azhar Kecam Serangan Teroris terhadap Masjid Imam Ali (As) di Suriah

5:57 - December 28, 2025
Berita ID: 3483195
IQNA - Pusat Islam Al-Azhar mengutuk ledakan di Masjid Imam Ali (as) di lingkungan Wadi al-Dhahab, Homs, Suriah, dan menekankan: Kejahatan ini mencerminkan pengabaian terhadap nyawa manusia dan penodaan tempat-tempat suci dan keagamaan.

Menurut Iqna mengutip Sada el-Balad, Pusat Islam Al-Azhar dalam sebuah pernyataan mengutuk penargetan salah satu rumah ibadah di provinsi Homs, Suriah, selama shalat Jumat, yang mengakibatkan gugurnya dan luka-luka sejumlah warga Suriah.

Pernyataan itu mengatakan: "Kejahatan teroris ini mencerminkan pengabaian terhadap nilai kehidupan manusia dan penodaan tempat-tempat suci dan keagamaan, dan menunjukkan bahwa para pelakunya jauh dari konsep dan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan moral".

Al-Azhar menekankan: "Dengan pengabaian mereka yang jelas terhadap nilai kehidupan manusia, para pelaku kejahatan ini telah menjadi monster yang mengancam keamanan dan stabilitas masyarakat."

Pernyataan tersebut, sambil menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Suriah, menyerukan kepada warga Suriah, terlepas dari keberagaman mazhab dan sekte, untuk mempertahankan solidaritas dan persatuan mereka melawan konspirasi jahat ini yang mengancam keamanan dan stabilitas internal serta berupaya menyebarkan kekacauan.

Syekh Nazir Ayyad, Mufti Agung Mesir juga mengutuk serangan teroris terhadap Masjid Imam Ali (as) di Homs, Suriah, dan menyatakan: “Menyerang jamaah di dalam rumah-rumah Allah adalah pelanggaran nyata terhadap kesucian tempat-tempat ini dan bertentangan dengan ajaran agama-agama ilahi, yang menekankan kesucian darah manusia dan pelestarian tempat-tempat ibadah”.

Tadi malam, sebuah kelompok yang menyebut dirinya Saraya Ansar al-Sunnah mengaku bertanggung jawab atas ledakan di Masjid Imam Ali (as) di lingkungan Wadi al-Dhahab, Homs, Suriah.

Kelompok Takfiri tersebut menekankan berlanjutnya serangan terhadap minoritas mazhab di Suriah. Saraya Ansar al-Sunnah sebelumnya telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah gereja di Damaskus pada bulan Juni.

Saat itu, Hamzah al-Mustafa, yang mengaku sebagai menteri pemerintah Suriah, telah menyatakan ISIS bertanggung jawab atas operasi teroris di Homs. Sumber berita melaporkan bahwa delapan orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam ledakan teroris yang terjadi saat shalat Jumat. (HRY)

 

4325195

captcha