IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 6

Mundurnya Musuh dalam Peperangan; Sebuah Janji Ilahi yang Pasti dalam Surah Al-Fath

13:03 - March 15, 2026
Berita ID: 3483486
IQNA - Alquran menjamin dalam Surah Al-Fath bahwa dalam keadaan diserang musuh dan orang-orang beriman teguh, sudah menjadi sunnatullah bagi musuh untuk mundur.

Allah swt berfirman dalam Alquran surah Al-Fath ayat 22 dan 23:

وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا * سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

“Sekiranya orang-orang yang kufur itu memerangi kamu, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah), kemudian mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong”.

“(Demikianlah) sunatullah yang sungguh telah berlaku sejak dahulu. Kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada sunatullah itu”. Sunnatullah berarti kepastian; sebagaimana ditekankan dalam ayat kedua, sunnah ini adalah aturan yang berlaku saat ini yang tidak akan pernah berubah; yaitu, Allah swt menjamin kita bahwa jika musuh menyerang kita dan kita tidak melarikan diri, sunnatullah menyatakan bahwa mereka pasti akan mundur. Keyakinan ini berlaku sebagai aturan dalam semua peperangan.

Tentu saja, jika orang-orang beriman telah melancarkan serangan, sunnatullah bukanlah jaminan; artinya, ada kemenangan tetapi penaklukan dan kemenangan tidak pasti, tetapi jika musuh menyerang, sunnatullah ini berlaku. Ungkapannya juga akurat dan tidak mengatakan bahwa musuh akan dikalahkan, melainkan bahwa mereka akan mundur.

Selama perang Ahzab, ketika orang-orang beriman melihat orang-orang kafir menyerang, mereka berkata bahwa ini adalah janji ilahi dan bahwa kemenangan atas musuh sudah pasti:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Hal itu justru makin menambah keimanan dan keislaman mereka”. (QS. Al-Ahzab: 22) Oleh karena itu, orang-orang beriman menganggap bahwa terpenuhnya janji-janji Allah dan Rasul-Nya adalah suatu kepastian, dan terpenuhnya janji-janji Allah dan Rasul-Nya menambah keimanan mereka. (HRY)

3496712

captcha