IQNA

Analisis Pertempuran Melawan Zionisme dalam Alquran/ 17

Nasib Suatu Bangsa yang, dengan Meninggalkan Orang-orang Beriman, Bergabung dengan Orang-orang Yahudi

12:28 - March 29, 2026
Berita ID: 3483502
IQNA - Sementara rakyat Palestina yang tertindas dan banyak negara Islam berada di bawah penindasan dan agresi rezim Zionis, beberapa negara Arab memperkuat hubungan rahasia mereka dengan rezim jahat ini, suatu perilaku yang dikecam keras oleh Alquran.

Alquran, dalam ayat 14 sampai 22 surah Al-Mujadalah, menyebutkan kisah sekelompok orang munafik yang menjalin hubungan persahabatan dengan orang-orang Yahudi:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنكُمْ وَ لَا مِنْهُمْ

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum)-mu dan bukan dari (kaum) mereka” (QS. Al-Mujadalah: 14). Orang-orang ini bukanlah Muslim dan bukan pula Yahudi, tetapi pada kenyataannya mereka dikategorikan sebagai Yahudi:

وَ مَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” (QS. Al-Maidah: 51).

Alquran mengutuk mereka atas penyimpangan ini dan mengancam mereka dengan hukuman dan kekejaman (QS. Al-Mujadalah: 15). Kemudian Alquran menyatakan bahwa orang-orang munafik berasal dari golongan setan dan merupakan orang-orang yang kalah. Selanjutnya Alquran menjelaskan bahwa mereka adalah musuh Allah dan Rasul-Nya karena penentangan dan kekeraskepalaan mereka, dan karena alasan ini mereka termasuk di antara makhluk Allah yang paling hina (QS. Al-Mujadilah: 19-20).

Dalam ayat 22, Allah swt telah berfirman:

لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَ اَلْيَوْمِ اَلْآخِرِ يُوادُّونَ مَنْ حَادَّ اَللّهَ وَ رَسُولَهُ

“Engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (QS. Al-Mujadalah: 22). Pernyataan bahwa kamu tidak akan menemukan orang-orang beriman seperti itu merupakan sindiran terhadap fakta bahwa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat tidak menjadikan seseorang memiliki karakteristik seperti itu. Mustahil bagi seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta Hari Kiamat untuk bersahabat dengan musuh-musuh Allah.

Kemudian Allah swt memuji orang-orang beriman karena berlepas diri dari musuh dan menjanjikan mereka hal-hal yang indah:

أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tetapkan keimanan di dalam hatinya dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Mujadalah: 22).

Janji pertama adalah iman yang telah tertanam dalam jiwa mereka. Kemudian, janji itu adalah penegasan dan masuk ke Surga. Janji keridhaan ilahi juga merupakan rahmat khusus yang mencakup orang-orang beriman yang tulus kepada Tuhan; orang-orang yang beriman tulus ini adalah golongan Allah Yang Mahakuasa dan orang-orang yang beruntung:

أُولئِكَ حِزْبُ اَللّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اَللّهِ هُمُ اَلْمُفْلِحُونَ‌

“Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung”; sedangkan orang-orang munafik adalah orang-orang yang kalah dan golongan setan. (HRY)

captcha