IQNA

Pengurus Masjid Hannanah Najaf: Perlawanan Bangsa Iran Adalah Interpretasi Ulang Kontemporer dari Ajaran Asyura

21:10 - March 31, 2026
Berita ID: 3483508
IQNA - Dalam wawancara singkat dengan Iqna, Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Mousavi mengutuk serangan terhadap Iran oleh agresor Amerika-Zionis dan menekankan bahwa rakyat dan Pemimpin Iran, yang terinspirasi oleh gerakan Imam Husein (as), telah berdiri teguh melawan tekanan dan ancaman. Menurutnya, perang saat ini mirip dengan perang Ahzab dan menyatakan bahwa nasib pertempuran ini, seperti awal mula Islam, akan menjadi kemenangan Front Kebenaran. Mousavi juga merujuk pada perlawanan bangsa Iran dan menganggap slogan "Haihat minna al-Dzillah/ Jauh dari kami kehinaan" sebagai pesan bersama rakyat dan Pemimpin negara yang telah gugur.

Dalam wawancara singkat dengan Iqna, Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Mousavi, pengurus Masjid Hannanah di Najaf, mengutuk keras serangan terhadap Iran oleh agresor Zionis-Amerika dan menekankan: "Rakyat dan Pemimpin Iran, mengikuti Imam Husein (as), tidak menyerah kepada Yazid pada masa itu, yaitu Trump, dan jalan ini terus berlanjut."

Berikut adalah teks pernyataan pengurus Masjid Hannanah di Najaf dalam wawancara ini

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا؛ هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka”. (QS. Al-Ahzab: 10)

Kini, agresor Amerika Serikat dan zionis perampas kekuasaan, telah bergandengan tangan dengan negara-negara Arab di Teluk Persia yang mengaku beragama Islam dan memulai perang melawan Iran, dan satu bulan telah berlalu sejak perang Ramadhan.

Perang ini persis seperti perang Ahzab, di mana kaum musyrikin dan kafir menyerang Nabi Muhammad (saw) dari segala sisi dan mengepungnya di Madinah, tetapi pada akhirnya kemenangan berada di pihak Nabi Muhammad (saw); hari ini, kemenangan berada di pihak bangsa Iran yang penuh semangat, yang hadir di tempat kejadian dan menyirami pohon Islam dengan darah orang-orang yang suci, termasuk pemimpin mereka yang berani dan penuh semangat.

Yazid bin Muawiyah berkata kepada Imam Husein (as) bahwa engkau harus menyerah atau aku akan membunuhmu, dan Imam Husein (as) menjawab:

ألا وإن الدعي بن الدعي قد ركز بين اثنتين السلة أو الذلة و هیهات من الذّلّة

 “Ketahuilah bahwa anak haram putra anak haram (merujuk pada Ibnu Ziyad) telah memberi dua pilihan: Antara pedang (perang/senjata) dan kehinaan. Dan kehinaan itu jauh dari kami.” Hari ini, Yazid pada masa itu, yaitu Trump, mengatakan hal yang sama kepada pemimpin yang telah gugur itu, dan beliau juga menjawab: “Ya, memang, Ad-Da’i Ibna al-Da’i telah memberi dua pilihan: Aantara pedang (perang/senjata) dan kehinaan, Dan kehinaan itu jauh dari kami. Dan kehinaan itu jauh dari kami”.

Rakyat Iran dan Front Perlawanan, mengikuti pemimpin syahid ini, menolak Trump dan berkata: "Dan kehinaan itu jauh dari kami. Dan kehinaan itu jauh dari kami".

Perlu dicatat bahwa Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Mousavi; pengurus Masjid Hannanah, telah hadir di berbagai kota di negara ini dan dalam pertemuan publik sejak Idul Fitri untuk menyatakan simpati kepada bangsa Iran. (HRY)

captcha