IQNA

Peningkatan Islamofobia terhadap Perempuan Berhijab di Eropa pada Tahun 2025

14:33 - May 27, 2026
Berita ID: 3483667
IQNA - Menurut sebuah laporan, perempuan berhijab di Eropa menjadi target utama Islamofobia pada tahun 2025.

Menurut Iqna mengutip Abna Al Arabiya, laporan tahunan "Islamofobia di Eropa 2025", yang diterbitkan oleh kelompok yang berbasis di Brussels, Combating Islamophobia in Europe (CCIE), menggambarkan gambaran yang mengkhawatirkan tentang situasi umat Muslim di negara-negara Eropa.

Kebencian terhadap mereka tidak lagi terbatas pada serangan jalanan, tetapi telah menjadi bagian integral dari struktur politik, media, dan keamanan di Eropa.

Laporan tersebut, berdasarkan pengaduan dari para korban, pemantauan media, dan data dari lembaga akademis di 11 negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Swedia, Austria, dan Denmark, menegaskan bahwa Islamofobia telah menjadi fenomena "normal" di Eropa.

Menurut laporan tersebut, tercatat 876 kasus Islamofobia pada tahun 2025 saja, yang sebagian besar melibatkan diskriminasi, hasutan kebencian, pencemaran nama baik, penghinaan, dan serangan fisik.

Menurut laporan yang sama, perempuan Muslim merupakan 80 persen dari korban, dan sebagian besar kasus diskriminasi tersebut berkaitan langsung dengan hijab.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa angka-angka ini hanya mewakili "sebagian kecil dari kebenaran", karena Badan Uni Eropa untuk Hak Fundamental memperkirakan bahwa hanya enam persen kasus Islamofobia yang dilaporkan, sebuah masalah yang disebabkan oleh ketidakpercayaan umat Muslim terhadap lembaga-lembaga resmi dan normalisasi sentimen anti-Islam. (HRY)

 

4354397

captcha