
Menurut Iqna, sumur Zamzam memiliki kedudukan spiritual dan simbolis di kalangan umat Muslim dan, bersama dengan monumen bersejarah lainnya, merupakan salah satu tempat wisata terpenting di Makkah. Setiap orang pernah meminum seteguk air suci ini saat melakukan perjalanan haji atau mengunjungi para jemaah Baitullah.
Zamzam adalah salah satu monumen tabarruk Masjidil Haram, yang juga dikenal sebagai Sumur Ismail, "Hafirah Abdul Muttalib" (sumur gali Abdul Muttalib), dan terletak di sebelah Baitullah.
Asal-usulnya berasal dari tahun 1900 SM dan berasal dari zaman Nabi Ibrahim (as) (Ensiklopedia Syiah, Vol. 8, hlm. 489); ketika Nabi Ibrahim (as) menempatkan istrinya Hajar dan putranya Ismail di tanah ini atas izin Allah, mereka diliputi rasa haus, dan Allah menciptakan Sumur Zamzam melalui malaikat Jibril untuk menyelamatkan nyawa Ismail dan Hajar. Dengan demikian, Sumur Zamzam adalah salah satu tanda dan mukjizat ilahi.
Azraqi, penulis buku Sejarah Makkah, telah mencantumkan nama-nama 24 sumur sebelum penggalian Zamzam, serta 5 sumur setelah Zamzam sebelum kedatangan Islam, dan nama-nama 13 sumur setelah kedatangan Islam. Namun, sebagian besar telah menghilang seiring waktu, tetapi Zamzam, yang sumber utamanya adalah mata air yang penuh dengan rahmat ilahi yang telah mendidih di jantung gurun Hijaz yang terik, masih mengalir dan tidak akan mengering hingga Hari Kiamat.
Sumur Zamzam terletak di area Tawaf Masjidil Haram di Makkah, di barat Arab Saudi. Sumur ini terletak di sebelah timur Kakbah (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah).
Yaqut Hamawi, penulis buku Mu'jam al-Buldan, telah menyebutkan nama-nama yang berasal dari nama Zamzam yang digunakan oleh umat Islam untuk menyebut sumur dan air. Seperti yang telah disebutkannya, nama-nama tersebut adalah: Zamam dan Zamzam. Ada juga nama-nama yang berasal dari peristiwa yang menyertai sumur tersebut, sehingga disebut "Hazmatu Jibra'il", "Rukdah Jibra'il", dan "Hazmatu al-Mulk". "Hazmat" dan "Rukdha" memiliki arti yang sama, yaitu tanah rendah. Orang Arab menyebut keran air di tanah dengan tumit kaki (Hazmat). Zamzam juga disebut "Suqyatullah li Ismail". Disebut juga “al-Syu’bah” dengan huruf ta’rif dan dengan tanpa huruf ta’rif, , “Madhnunah”, “Barah”, “Taktum”, “Tha’am Tha’am”, “Shafa Saqm”, “Tha’am al-abrar”, “Syarab al-Abrar” dan “Tayyibah”. (HRY)