Menurut Iqna mengutip Konsulat Kebudayaan Iran di Indonesia, Dr Yahya Jahangiri, Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Jakarta, memuji keluarga tersebut dan menganggap tindakan tersebut sebagai bagian dari ikatan budaya yang mendalam antara kedua negara Iran dan Indonesia, dengan mengatakan: "Seorang anak lagi di Indonesia diberi nama Sayyid Ali Khamenei. Tindakan ini mengikuti gelombang penyambutan nama pemimpin syahid tersebut dan merupakan tanda yang jelas dari meningkatnya minat dan perhatian sebagian komunitas Asia Tenggara terhadap tokoh-tokoh berpengaruh di dunia Islam."
“Memilih nama pemimpin syahid sebagai nama bayi-bayi di Indonesia, sekaligus membuktikan keselarasan sebagian besar umat Muslim di tempat-tempat yang jauh dari letak geografis Iran, secara tidak langsung menunjukkan peran keluarga Muslim dalam mewariskan nilai-nilai revolusioner, serta menginspirasi teladan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Perwakilan budaya negara Iran menambahkan: "Sebuah acara budaya yang telah menjadi model untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali nama Ayatullah Khamenei (qs) dalam suasana negara berpenduduk 280 juta jiwa ini". (HRY)