IQNA

Penanggung Jawab Paduan Suara Muhammad Rasulullah (saw)

Persembahan Karya Terbaru Paduan Suara Muhammad Rasulullah (saw) untuk Pemimpin Syahid Iran

10:13 - July 07, 2026
Berita ID: 3483820
kelompok tawashih
IQNA - Rahim Ghorbani mengumumkan produksi dan peluncuran karya terbaru grup tersebut pada acara perpisahan untuk pemimpin syahid Iran di mushalla Imam Khomeini (qs), dengan mengatakan: "Karya ini diproduksi untuk menghormati kepribadian Qurani syahid Imam Khamenei dan terinspirasi oleh pengabdian anggota grup kepada pemimpin bangsa, dan ditampilkan untuk pertama kalinya pada acara perpisahan."

Rahim Ghorbani, kepala grup vokal Muhammad Rasulullah (saw), mengumumkan dalam sebuah wawancara dengan IQNA bahwa karya terbaru grup tersebut diresmikan pada acara perpisahan untuk pemimpin revolusi Islam Iran, syahid Imam Khamenei di mushalla Imam Khomeini (qs), dan menyatakan: "Pada saat yang sama dengan acara perpisahan masyarakat yang berduka atas imam syahid, sekelompok anggota grup hadir di mushalla karena adanya pembatasan di tempat tersebut dan membawakan karya ini untuk pertama kalinya."

Ia menyatakan bahwa karya ini dibuat khusus untuk pemimpin syahid, dan menambahkan: "Kepribadian syahid Imam Ali Khamenei dan kepedulian khususnya untuk mempromosikan budaya dan ajaran-ajaran Alquran merupakan motivasi terpenting bagi anggota kelompok untuk menghasilkan karya ini. Syahid Imam telah berulang kali menunjukkan kebaikan dan rasa hormat kepada kelompok paduan suara Muhammad Rasulullah (saw) selama beberapa tahun terakhir, dan kebaikan yang sama inilah yang membuat tanggung jawab kami untuk memenuhi kewajiban agama kami, sekecil apa pun, menjadi lebih berat."

Ghorbani melanjutkan: Melodi karya ini terinspirasi oleh lagu "Bangkitlah" dan liriknya disusun oleh Ustad Morteza Heydari Al-Kathir untuk menciptakan karya yang sesuai dengan suasana epik dan spiritual saat ini.

Mengacu pada isi karya ini, kepala Paduan Suara Muhammad Rasulullah (saw) mengatakan: "Puisi dan penampilan lagu ini, sambil menghormati kedudukan tinggi pemimpin syahid, menekankan kelanjutan jalan Revolusi Islam, budaya perlawanan, dan hubungan mendalam masyarakat Qurani dengan cita-cita Imam”. (HRY)

 

4362514

captcha