Menurut Iqna, Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa jutaan Muslim Syiah berpartisipasi dalam ziarah tahunan Arbain ke kota suci Karbala di Irak pada hari Selasa. Gubernur Karbala, Nassif Jassim al-Khattabi, menyatakan bahwa lebih dari 22 juta orang telah memasuki kota tersebut selama masa ziarah berlangsung. Angka tersebut mencakup sekitar 5 juta peziarah non-Irak serta warga Irak yang datang dari berbagai wilayah lain di negara itu.
Menurut Associated Press, acara ini dianggap sebagai salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia.
“Di antara pejabat asing penting yang hadir dalam acara itu adalah Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi, yang tiba di kota Najaf, Irak, pada hari Senin dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Karbala untuk mengikuti ziarah tersebut,” lanjut Media Amerika.
Laporan tersebut melanjutkan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sejumlah besar peziarah Iran menghadiri acara tersebut. Pos-pos pelayanan yang menyediakan makanan, air, layanan medis, dan fasilitas lainnya didirikan di sepanjang jalan menuju Karbala dari berbagai penjuru Irak.
Menurut Associated Press, sementara itu, di Iran, banyak orang yang tidak dapat bepergian ke Karbala menggelar acara mereka sendiri.
Media asing tersebut juga melaporkan: “Di Teheran, ibu kota Iran, para pelayat yang mengenakan pakaian hitam berpawai menyusuri rute sepanjang hampir 20 kilometer”.
Menurut laporan tersebut, para peserta meneriakkan slogan-slogan sebagai tanggapan atas syahidnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei—pemimpin revolusi—dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, serta menginjak-injak bendera Amerika Serikat dan rezim Zionis. (HRY)