IQNA

Komite Perlawanan Palestina:

Acara Tasyyi’ Syuhada Gambarkan Dimensi Luar Biasa Kejahatan Rezim Zionis yang belum Pernah Terjadi Sebelumnya

11:08 - August 06, 2026
Berita ID: 3483989
Komite Perlawanan Palestina
IQNA - Komite Perlawanan Palestina menyatakan acara perpisahan yang luar biasa oleh rakyat Gaza terhadap sekelompok syuhada setelah tiga tahun berlalu merupakan bukti nyata betapa mengerikannya skala perang genosida terhadap rakyat Palestina, sekaligus bukti tak terbantahkan mengenai kejahatan rezim tersebut yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Iqna mengutip Palestine Information Center, gerakan tersebut menegaskan bahwa suasana tasyyi’ jenazah para syuhada menggambarkan besarnya kejahatan rezim Zionis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Komite Perlawanan menambahkan: "Fakta bahwa jenazah para syuhada tertimbun di bawah reruntuhan dalam waktu yang begitu lama dan upaya evakuasinya sengaja dihalangi merupakan satu lagi catatan kelam dalam rekam jejak rezim Zionis dan para pendukungnya; sebuah catatan yang telah ternoda oleh darah anak-anak, perempuan, dan kaum lanjut usia."

Gerakan tersebut menyatakan: “Rezim Zionis tidak segan-segan melakukan kejahatan paling keji terhadap kemanusiaan, di tengah sikap diam dunia yang memalukan serta ketidakmampuan nyata lembaga-lembaga internasional yang gagal menghentikan pembantaian dan mengadili para pelakunya”.

Komite-Komite Perlawanan menyatakan bahwa sikap diam dan tidak adanya tindakan ini telah memberikan perlindungan politik dan moral bagi berlanjutnya perang genosida terhadap rakyat Palestina.

Pada hari Selasa, 4 Agustus, warga Gaza melepas jenazah 112 syuhada dari keluarga Abu Sharia dan Al-Husaina (Al-Hasayna) dalam peristiwa yang digambarkan sebagai pemakaman massal terbesar di Palestina.

Jenazah para syuhada ini dievakuasi dari reruntuhan kompleks pemukiman yang dihancurkan oleh rezim Israel pada 22 November 2023—sebuah pembantaian yang merenggut nyawa 308 warga Palestina. Sejumlah jenazah korban masih tertimbun di bawah reruntuhan, sementara jenazah lainnya tidak lagi dapat ditemukan jejaknya akibat dahsyatnya pemboman.

Ini dianggap sebagai salah satu peristiwa pembunuhan paling menyakitkan akibat pengeboman Jalur Gaza oleh rezim Israel. (HRY)

 

4368121

captcha