IQNA

7:53 - October 08, 2014
Berita ID: 1458065
Kehadiran sebagian para kompetitor dengan tilawah yang lemah dalam Musabaqoh Internasional Al-Quran Para Mahasiswa Muslim bukanlah sebuah kelayakan untuk kompetisi ini dan adanya test membaca Al-Quran secara benar sebelum penyelenggaraan musabaqoh adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan problem ini.

Ishak Danis, qari internasional dan terkemuka Turki serta hafiz 30 juz Al-Quran negara ini saat wawancara dengan IQNA sambil menjelaskan hal ini mengatakan, “Saya sarankan sebelum penyelenggaraan Musabaqoh Internasional Al-Quran Para Mahasiswa Muslim diharapkan adanya test dalam bidang membaca ayat-ayat Al-Quran secara benar dari para kompetitor dan para peserta yang memiliki tilawah lemah mereka tidak diberikan izin untuk berpartisipasi dalam tingkat resmi musabaqoh.”

 

Musabaqoh Para Mahasiswa Muslim; Sebuah Gerakan untuk Lebih Mengakrabkan Para Mahasiswa dengan Al-Quran
Selanjutnya, dia menyebut penyelenggaraan kompetisi Al-Quran khusus para mahasiswa muslim adalah sebuah tindakan yang bertarget dan bernilai. “Kegiatan agung Al-Quran ini adalah sebuah gerakan yang dilakukan dalam rangka mensuport para mahasiswa untuk menilawahkan  Al-Quran Al-Karim dan menghafalnya serta menjadikan mereka akrab dan dekat dengan kitab Ilahi dan juga bertadabur dengan konsep dan ajaran-ajaran Al-Quran,” ucapnya.

Mendidik Para Remaja tentang Dasar-dasar Pemikiran Para Takfiri
Ishak Danis dengan mengisyaratkan akan tantangan dunia Islam sekarang ini, termasuk merebaknya pengaruh arus takfiri dan teroris di kawasan dan bahaya-bahaya yang menghadang para remaja mengatakan, “Musabaqoh Internasional Al-Quran Para Mahasiswa Muslim adalah kesempatan yang tak ternilai untuk mendidik para remaja dalam menghadapi dasar-dasar pemikiran dan ideologi aliran ini, dan para penanggung jawab penyelenggara musabaqoh ini harus benar-benar memprogram pertemuan dan seminar-seminar untuk mendidik para remaja dalam ranah ini.”
Selanjutnya, qari Turki terkemuka ini menganggap bahwa kedekatan para remaja yang lebih dengan Al-Quran Al-Karim dan menciptakan motivasi diantara mereka untuk menghafal kitab Ilahi ini dan diyakini pertemuan mereka dalam hidangan Al-Quran ini, merupakan prestasi penting musabaqoh Al-Quran para Mahasiswa Muslim. “Ketika para remaja Qurani yang menjadi peserta dalam musabaqoh ini mendengar tilawah indah nan sejuk dari para qari terkemuka, mereka akan berusaha menyampaikan tilawahnya dalam tingkat para qari terbaik dan di sela-sela musabaqoh ini mereka mampu untuk saling bertukar pandang tentang eksperimen dan kemampuan Al-Qurannya dalam kegiatan agung Al-Quran ini,” ucapnya. 

 

Sebagian Negara Kompetitor Mengirim Seorang Qari dengan Tilawah Lemah dalam Musabaqoh
Ishak Danis disela-sela pemaparan sarannya mengatakan, “Saya sarankan sebelum penyelenggaraan Musabaqoh Internasional Al-Quran Para Mahasiswa Muslim terlebih dulu diambil test membaca tilawah Al-Quran secara benar dari para partisipan musabaqoh ini, karena sebagian dari negara mengirim para qari dan hafiz hanya untuk berpartisipasi dalam Musabaqoh Internasional Al-Quran Al-Karim, meskipun mereka memiliki tingkat tilawah yang lemah.”
“Penyelenggaraan test pendahuluan ini menyebabkan para kompetitor yang akan hadir dalam musabaqoh ini hanya mereka yang memiliki bacaan tingkat tinggi dan tilawah mereka juga memiliki daya tarik bagi para hadirin,” tambahnya.
Ishak Danis mengemukakan, demikian juga sebagian para qari dan hafiz yang diutus ke pelbagai negara untuk hadir dalam musabaqoh internasional Al-Quran Al-Karim, dengan memperhatikan perubahan air dan udara dan tidak adanya keselarasan mereka dengan lingkungan ketika penyelenggaraan musabaqoh, biasanya mereka akan sakit, yang mana hal ini menyebabkan kesempatan untuk meraih juara dalam musabaqoh akan hilang, dengan demikian salah satu layanan bagi para panitia penyelenggara dan para penanggung jawab penyelenggara musabaqoh adalah menyediakan para kader dokter dan medis yang berkualitas kepada para kompetitor.
Selanjutnya, dia menganggap pemilihan juara terbaik berdasarkan selera dan kecintaan pribadi para penguji merupakan salah satu isu terkini musabaqoh internasional Al-Quran di negara-negara Islam. “Para dewan juri dalam memilih para juara harus memperhatikan keadilan dan memilih para juara berdasarkan pokok-pokok bacaan dan hafalan. Begitu juga dalam jurusan bacaan tolok ukur  para juri hanya tidak terfokus pada tilawah indah semata, akan tetapi juga harus memperhatikan penjagaan hukum tajwid dan permasalahan-permasalahan lainnya yang terkait dengan bacaan,” ucapnya.
Ishaq Danis, di akhir kata mengharap bahwa Musabaqoh Internasional Al-Quran Para Mahasiswa Muslim mampu mengenalkan para qari besar kepada dunia Islam dan musabaqoh ini memiliki prioritas lebih oleh media-media dunia Islam.

1457322

Kunci-kunci: Quran
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\