IQNA

Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran: Hari Raya Ghadir Tidak Boleh Menjadi Penyebab Perselisihan dan Upaya Melemahkan Islam

18:39 - February 18, 2007
Berita ID: 1518606
Ayatullah Khamenei dengan menekankan pentingnya peringatan “Idul Ghadir” mengatakan, bahwa ia tidak boleh menjadi pemicu perselisihan di antara kaum muslimin yang pada akhirnya akan melemahkan mereka. Para musuh berkeinginan untuk mengubah isu Ghadir menjadi alat untuk menyulut api peperangan dan pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin.
Dalam rangka memperingati hara raya “Idul Ghadir” YM Ayatullah Khamenei menyampaikan ceramahnya di hadapan ribuan penduduk kota Qom. Dalam pertemuan itu beliau menjelaskan, bahwa peristiwa Ghadir Khum menunjukkan keagungan, komprehensifitas dan visioneritas Islam. Dan hari ini tugas seluruh kaum muslimin, khususnya alim ulama, intelektual dan para petinggi negara dan politikus mengerahkan berbagai upaya untuk menguatkan barisan kaum muslimin, mencerahkan mereka dan menghindarkan diri dari berbagai perselisihan dan perpecahan di dalam dunia Islam.

Lebih lanjut beliau menegaskan, bahwa yang dilakukan oleh Nabi yang mulia saw dengan melantik seorang pengganti yang tiada bandingannya dalam segala bidang pada hari raya Idul Ghadir merupakan pengangkatan ilahi dan penyempurna agama. Hal itu menduduki peran penting dalam menentukan jalan yang harus ditempuh kaum muslimin pasca wafat Nabi, tambahnya.

Imam Ali adalah model Ketakwaan, keberagamaan, keterikatan mutlak pada agama tanpa memperhatikan jalan lain selain jalan Tuhan dan kebenaran. Sebaliknya bergerak di jalan Tuhan dengan didasari ilmu, akal, manajemen, kekuatan dan tekad merupakan pelajaran penting dari Nabi untuk kita semua dalam hal kepemimpinan Islam sepanjang masa.

Pada kesempatan itu Ayatullah Khamenei menekankan pentingnya peringatan “Idul Ghadir” , namuan pada saat yang sama ia tidak boleh menjadi pemicu perselisihan di antara kaum muslimin yang pada akhirnya akan melemahkan mereka. Para musuh berkeinginan untuk mengubah isu Ghadir menjadi alat untuk menyulut api peperangan dan pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin. Dan mereka tidak akan rela dan merasa puas sebelum itu tercapai. Karenanya seluruh pengikut Syiah hendaknya waspada agar tidak melakukan sekecil apapun tindakan yang membantu terealisasinya konspirasi mereka. Sebagaimana saudara-saudara dari Ahlussunah pun hendaknya mawas diri agar tidak diperalat oleh musuh atas nama fanatisme agama dan madzhab.
captcha