Iqna: Hujjatul Islam Wal Muslimin dalam bukunya tersebut menjelaskan kedudukan shalat menurut Imam Husain as, dimana Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 3 dan surah Al Kautsar menyebutkan tentang shalat. Dan pada ayat 153 surah Al Baqarah Allah menyebutkan, bahw shalat akan memberikan energi gaib kepada manusia, karenanya manusia diperintah untuk mempergunakan shalat sebagai alat untuk memohon pertolongan. Imam Husain as melakukan hal itu di tengan berkecamuknya perang.
Begitu juga beliau menjelaskan tentang pentingnya melaksanakan shalat di awal waktu sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Husein yang mana beliau tidak hanya menyebabkan selesainya shalat namun menyebabkan diterimanya shalat. Sebagaimana di dalam hadits disebutkan, bahwa shalat di awal waktu, shalat sunnah, khusyu’ di dalam shalat dan tanah karbala Imam Husain merupakan faktor diterimanya shalat kita.
Berkenaan dengan ayat yang memuji mereka yang perniagaan mereka tidak melupakan dan melalaikan mereka untuk mengingat Allah dan mendirikan shalat, Qiraati mengatakan: apa yang harus kita katakan berkenaan dengan Imam Husain yang di saat-saat sekalipun nyawanya merupakan taruhannya tetap saja ingat shalat.
Beliau melanjutkan, bahwa Imam Husain as melakukan shalat Dhuhur di hadapan khalayak walaupun terancam hujan anak panah. Beliau tidak melakukannya di dalam kemah, ini memberikan pelajran kepada kita bahwa kita harus memasyarakatkan shalat di tengah masyarakat. Sebagaimana sangat besar pentingnya shalat sehingga di saa tanggal 9 Muharram banyak prajurit yang ingin melakukan perlawanan, namun Imam Husain meminta agar ditunda hingga esok harinya dengan alasan agar malam harinya dapat beribadah dengan sabdanya: “Aku sangat mencintai shalat”. Dan terakhir sekali di saat beliau akan berpisah dengan sayyidah Zainab saudaranya beliau mengatakan: doakan aku di saat engkau melaksanakan shalat!