IQNA

Tafsir Ilmiah (since) Tidaklah Membangun

13:00 - March 11, 2007
Berita ID: 1531646
Tafsir Ilmiah (since) Al-Quran tidaklah membangun, karena ilmu merupakan hasil penelitian yang berubah-ubah sesuai perubahan alamiah. Dan pandangan-pandangan tersebut akan memiliki waktu tertentu yang kemudian akan ditinggalkan dengan perkembangan zaman.
Doktor Gholam Husain Ibrahim Diynani dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan, bahwa tafsir Al Quran dengan metode ilmiah adalah dilakukan oleh para tokoh seperti Ir Bazargan di Iran, Abul A’la Al maududi di Pakistan dan Thanthawi di Mesir yang ebrusaha untuk mensinkronkan dan menerapkan pandangan-pandangan ilmiah dan since dengan ayat-ayat Al Quran.

Sebagai contoh Ir Bazargan walaupun seorang yang memiliki komitmet terhadap ajaran-ajaran agama, namun ia menerangkan prinsip kekekalan energi dan kaedah Termo Dinamik dengan apa yang didapatkan dari teks agama. Tentu metode yang demikian akan menemui kegagalan, disamping tidak memberikan faedah langsung dalam kehidupan keberagamaan. Yang didapatkan hanya masuk ke dalam masalah ilmiah yang selalu berubah-ubah.

Anggota akademis bidang filsafat dan hikmah menjawab dengan jawaban negatif atas pertanyaan yang diajukan kepada beliau akan adanya keterlibatan Al Quran dalam menerangkan prinsip-prinsip dan masalah-masalah keilmuan. Beliau menegaskan kemudian, bahwa yang harus diupayakan adalah peningkatan spiritual setiap individu umat dan memberikan kebebasan pada perkembangan ilmiah. Ilmu itu harus dikembangkan melalui jalurnya dan pengalaman Rusia yang mencampuradukkan antara since dengan ideologi Marxisme yang berakhir dengan kehancuran merupakan pelajaran penting.
captcha