IQNA

15:29 - May 14, 2007
Berita ID: 1545196
DR Muhsien Jahan Giyr pada Seminar "Ibnu Arabi Dalam Prespektif Mulla Sadra": Di antara kitab-kitab tafsir filosofis yang pernah ditulis hingga saat ini kitab Tafsir yang ditulis oleh Mulla Sadra adalah yang terbaik.
Iqna: DR Muhsein Jahan Giyr pagi ini pada acara seminar tentang Ibnu Arabi dalam perspektif Mulla Sadra di Universitas tehran menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa perbedaan antara pandangan Mulla Sadra dan Ibnu Arabi adalah, bahwa Mulla Sadra menganggap Aristoteles sebagai Guru para Filosof, namun Ibnu Arabi di saat melakukan penolakan akan pandangan-pandangan Ibnu Rusyd dan para pendahulunya dari kaum parepatetik, Aristoteles tidaklah menjadi perhatiannya. Ibnu Arabi juga pernah berguru pada Syaikh Makiynuddin Isfahani, imam shalat Jamaah di Mekkah.

Jahan Giyr juga menjelaskan, bahwa peran Ibnu Arabi dalam Irfan sangatlah besar. baik pada Irfan Islam ataupun Irfan persia. Dan yang menjadai penghubung antara Ibnu Arabi dengan para pengguna bahasa Persia adalah Sadruddin Qawnawi yang hidup sezaman dengan Maulana Rumi.

Menurutnya Sadruddin Qaunawi lebih filosof dari Ibnu Arabi, namun Mulla Sadra tidak pernah mengagungkan seorang dari para ulama dan pemikir lebih dari Ibnu Arabi. bahkan dalam beberapa masalah penting filsafatnya, seperti gerak substansial, wujud dzihni, reinkarnasi dan hari kebangkitan menjadikan pandangan Ibnu Arabi sebagai pendukungnya.

Di antara kesamaan keduanya, menurut Jahan Giyr adalah, bahwa keduanya merupakan filosof dari keluarga terhormat dan berpendidikan, namun Ibnu Arabi hidup dalam kemuliaan dan kesejahteraan dan saat ini kuburannya di Syiria menjadi tempat ziarah yang banyak pengunjungnya, sementara Mulla Sadra berada dalam kesusahan, beliau melakukan ibadah haji ke baytullah sebanyak tujuh kali dengan jalan kaki dan pada kali ke tujuh meninggal saat beliau di Basrah dan kuburannya tidak diketahui jejaknya.

Tambahnya 25 % dari hasil karya Mulla Sadra adalah merupakan ide dan pandangan Ibnu Arabi. karenanya Ibnu Arabi lebih alaim darinya, namun Mulla Sadra lebih zuhud dan lebih Islam.

123679
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\