Syaikh Hasan Shaffar, salah seorang tokoh Syiah di Saudi Arabia dan anggota Yayasan Internasional Ahlul Bayt di sela-sela pelaksanaan acara penyatuan visi dan pemikiran antara ulama dan intelektual Sunni dan Syiah di Tehran melakukan wawancara eksklusif dengan Iqna.
Dalam wawancara itu beliau menyayangkan adanya sebagian ulama, penceramah atau penulis yang membesar-besarkan perselisihan dan perbedaan pandangan antar penganut berbagai madzhab, sehingga kadang-kadang kita saksikan seorang khatib Syiah menanamkan jiwa perselisihan di tengah para hadirin begitu juga sebaliknya seorang khatib Sunni membakar semangat perpecahan di tengah para hadirin yang mendengarkan ceramah dan khotbahnya.
Menurutnya para ulama dan intelektual muslim bisa memanfaatkan pendirian yayasan dan pusat keilmuan yang mengupayakan terealisasinya persatuan untuk menguatkan semangat kaum muslimin agar mengembangkan Islam yang moderat dengan berlandaskan pada kekayaan budaya dan hidup dengan penuh toleran atas berbagai perbedaan yang mereka hadapi.
Shaffar meyakini pelaksanaan acara seperti ini akan memiliki dampak yang besar, dimana pada langkah pertamanya akan merajut jalinan persahabatan dan persaudaraan yang kuat antar para tokoh ulama dan intelektual muslim dunia kemudian setelah mereka akan tukar-menukar pandangan dan ide.
Beliau juga memiliki optimisme yang besar atas hasil yang dicapai dari pertemuan semacam ini dan menganggapnya sebagai bentuk konter atas upaya para musuh untuk menebarkan benih permusuhan dan perselisihan di dalam tubuh umat Islam dengan berbagai media yang mereka miliki dengan tujuan dapat memadamkan kekuatan dan kemuliaan Islam.
Tokoh Syiah dari Saudi Arabia ini juga menegaskan, bahwa pada langkah ketiga setelah perkenalan dan pertukaran ide dan pandangan para ulama dan intelektual muslim yang berkumpul ini juga bisa melahirkan pemikiran dan pandangan baru yang disampaikan dalam bentuk penulisan makalah, penerbitan buku dan sejenisnya sehingga memperkaya khazanah pemikiran kita.
Beliau juga menambahkan, bahwa adanya kegiatan sebagian pihak barat untuk merusak dan menghalangi terealisasinya persatuan dan kesatuan kaum muslimin juga bisa dijadikan sebagai sarana dan moment untuk mengembangkan berbagai kegiatan dalam rangka menumbuhkan dan mengayakan berbagai wacana dan diskusi.
Menjawab pertanyaan tentang cara merealisasikan kerukunan islami antar negara, beliau mengatakan, bahwa kita kita butuh pada beberapa mukaddimah; yang pertama adalah tekad politik untuk merealisasikan persatuan. Sebab banyak para pemimpin negara yang lebih mengkhawatirkan keberlangsungan kepemimpinan dan kekuasaan dirinya dari pada kemajuan peradaban.
Langkah kedua setelah itu, menurutnya adalah persatuan dan kesatuan nasional masing-masing negara yang mana kebanyakan konflik dalam negri disebabkan oleh ketiadaan keadilan dan persamaan yang kemudian menimbulkan berbagai diskriminasi di berbagai bidang antar penganut madzhab yang berbeda.
Pada akhir wawancaranya beliau mengingatkan semua negara Islam untuk menerapkan yang telah menjadi keputusan OKI yaitu kewajiban negara Islam yang lebih maju untuk membantu negara angota yang membutuhkan. Dan hal itu merupakan langkah ketiga untuk merealisasikan kerukunan Islami antar negara Islam, menurutnya.
Syaikh Hasan Shaffar adalah seorang ulama dan tokoh Syiah Saudi Arabia yang telah banyak menerbitkan hasil karya ilmiah, diantaranya; Perempuan di dalam Islam, Peran Ulama di dalam Islam, Dialog antar Dua Madzhab Besar Sunni dan Syiah, Pluralisme dan Kebebasan di Dalam Islam, Toleransi dan Budaya Berbeda Pandangan, Menuju Hubungan baik antara Kelompok Salafi dan Syiah dan Politik Nabi dan Negara Tanpa Kekerasan.
181804