Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri di sela-sela Konfrensi Pers yang diadakan dalam rangka persiapan pelaksanaan Konfrensi Internasional Persatuan Islam yang ke XXI, mengatakan hal itu dalam wawancara dengan IQNA dan menambahkan, bahwa Badan Penentu Kebijakan Republik Islam Iran telah mengeluarkan sebuah keputusan agar menjadikan hal itu sebagai sebuah prioritas di antara proyek kenegaraan lainnya.
Menurutnya, bekerja sama dengan pemeluk semua agama saat ini adalah hal-hal yang tidak mustahil dilakukan, walaupun memang tidak bisa dinafikan adanya segelintir orang yang selalu melakukan tindakan dan sikap ekstrim pada setiap agama, namun hal itu tetap tidak akan menjadi penghalang.
Ini adalah perintah Al Quran untuk kita mencari titik temu dan bekerjasama berdasarkan titik temu yang disepakati tersebut, sebagaimana firman Allah: Ya Ahlal Kitabi Ta'alaw ila kalimatin sawa in baynana wa bayanakum . . . (Wahai ahlul kitab marilah kita bertitik tolak dari keyakinan yang sama di antara kita . . .), tegasnya.
Titik temu tersebut adalah modal utama untuk memulai dialog dan kerjasam, tambahnya.
Ketua Asosiasi Pendekatan Madzhab-madzhab dalam Islam, bahwa Republik Islam Iran memiliki tiga pekerjaan besar untuk merealisasikan hal itu, yang diimplementasikan dalam tiga bentuk program; (1) Dialog Antar Peradaban (2) Dialog Antar Pemuka Agama (3) Dialog Antar Ulama Islam.
Konfrensi Internasional Persatuan Islam yang ke XXI insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 25-27 Mei di Gedung OKI di Tehran dan akan dihadiri oleh 850 tokoh agama dari dalam dan luar negri, khususnya negara-negara Islam dunia.
245066