IQNA

Sistem Pemerintahan Islam Berdiri di Atas Kekuatan Politik yang Berpondasikan Keyakinan Keagamaan

13:27 - May 23, 2008
Berita ID: 1654520
Imam Ali Khamenei: Penggunaan istilah "Wilayah" yang merupakan kata yang mewakili kekuatan dengan persaudaraan dan kasih sayang adalah kata yang tepat yang dipilih oleh Imam Khomeini dalam rangka membedakan dengan sistem pemerintahan lainnya.
Iqna: Ayatullah Imam Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual Tertinggi Republik Islam Iran menyampaikan hal itu pada pertemuannya dengan para pimpinan dan personalia panitia penyelenggara Haul Imam Khomeini ke XIX yang akan diselenggarakan sepuluh hari lagi.

Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan beberapa hal penting tentang kedudukan dan peran Imam Khomeini sebagai poros identitas Revolusi Islam dan konsentrasi beliau yang berkesinambungan untuk menjaga dan mengawal benang merah politik dan ideologi Sistem Pemerintahan Islam.

Menurut beliau Imam Khomeini selama revolusi dan pasca revolusi dengan khotbah dan surat-surat yang beliau tulis telah menggariskan berbagai koridor penting khususnya berkenaan dengan menjaga teroterial identitas Revolusi Islam.

Imam Khomeini adalah seorang pribadi yang konprehensif dari berbagai dimensinya. beliau adalah inspirator dan motivator yang berkesinambungan untuk mereka yang akan melakukan pergerakan di jalan yang benar, tegasnya.

Beliau juga selalu menjaga agar tidak terjadi penyelewengan yang dapat menyesatkan dari visi dan misi awal revolusi serta menghindari berbagai kemungkinan masuknya oknum-oknum luar. Yang tentu semua ini adalah pelajaran sangat penting bagi bangsa kita, tambahnya.

Imam Khamenei menegaskan pula, bahwa Imam Khomeini sangat jeli dalam penggunaan istilah "Jumhuriy" yang bermaknakan kerakyatan dan tidak sudi untuk menggunakan kata "Demokrasi" sebagaimana beliau tidak mau menggunakan kata "Kerajaan" dan "pemerintah" namun menggantinya dengan kata "Wilayah"

Itu semua beliau lakukan demi membedakan esensi sistem Republik Islam yang beliau yakini yang berangkat dari dasar-dasar teologis dengan berbagai sistem lain di dunia yang tidak berbasiskan agama, tambahnya.

Beliau juga menyayangkan adanya sebagian orang dan pihak yang melalaikan hal itu sehingga sekalipun mereka adalah anggota keluarga revolusi dan pencinta berat Imam Khomeini akhirnya dengan tanpa disadari mengalami penyelewengan dan kekaburan dalam menjaga koridor dan batasan bahkan melampauinya.

Karena itu menurutnya semua haruslah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan mengawal koridor tersebut dengan kuat.

Namun bagaimanapun tetap harus diakui keberhasilan Imam Khomeini tetaplah kita rasakan dan semakin hari semakin jelas serta semakin banyak kita temui orang-orang yang tertarik akan cinta pada beliau bahkan laksana matahari yang akan menggerakkan dan memberi energi baru bagi setiap yang mengenal dan mencintainya.

Pada akhir taushiyahnya Imam Khamenei mengharapkan dari seluruh personalia panitia untuk dapat menyelenggarakan acara Haul Imam Khomeini tahun ini lebih bermakna dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

253673
captcha