IQNA

I'tikaf dalam Al Quran

11:43 - July 17, 2008
Berita ID: 1669479
Di dalam Al Quran dapat kita temui ayat-ayat tentang i'tikaf yang sudah menjadi bagian ritual agama bahkan sebelum kenabian Nabi Muhammad saw.
Iqna: I'tikaf adalah berasal dari kata "a ka fa" yang memiliki makna memenjarakan atau menutup wajah dengan sesuatu. Ar Raghib Al Isfahani dalam kitab mufradat nya mengatakan: "I'tikaf bermakna menutup wajah dengan sesuatu dan mengikatkan sesuatu pada yang lain dengan penuh penghormatan padanya. Adapun dalam istilah fikih ia bermaknakan berdiam diri dalam mesjid dengan tujuan ibadah.

Memang di dalam Al Quran tidak akan kita temui kata i'tikaf. yang ada adalah akar kata darinya yaitu " 'akafa" dan beberapa variannya, seperti dalam bentuk kata kerja pelakunya sebanyak tujuh kali dan dalam bentuk obyek (maf'ul) serta kata kerja present tens masing-masing satu kali.

Dalam ayat-ayat tersebut dapat kita pahami, bahwa ritual i'tikaf sudah ada sejak pra kenabian Nabi Muhammad saw yakni sudah ada pada ajaran agama-agama monoteisme. sejak saat itu mereka berdiam diri dalam Mesjidil Haram beberapa hari berdoa dan bermunajat kepada Allah serta mengharapkan terkabulnya hajat-hajat mereka.

Diantara yang menyebutkan hal itu adalah Surah Al Baqarah ayat 125 yang menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as, Dan keduanya telah kuperintahkan agar membersihkan rumahku untuk orang-orang yang berthawaf dan ber i'tikaf.

Dari ayat itu kita bisa mengambil kesimpulan kedudukan i'tikaf sehingga dua orang Nabi diharuskan membersihkan tempat bagi yang akan melakukannya dan tempat mereka i'tikaf adalah tempat yang paling mulia di atas muka bumi, yaitu Baitullah.

Mungkin bisa juga dipahami, bahwa di saat Sayyidah Maryam tinggal di dalam mesjid Al Aqsha dan beribadah di dalamnya sebenarnya beliau sedangkan melakukan i'tikaff di tempat tersebut. seperti firman Allah SWT dalam surah Ali Imran 35: Ingatlah di saat Keluarga Imran berkata, Ya Allah sungguh aku telah ber nadzar untuk mempersembahkan bayi yang ada dalam perutku ini pada-Mu. Karenanya setelah menginjak usia baliq Nabi Zakaria yang bertindak sebagai walinya menyiapkan tempat khusus baginya untuk beribadah di salah satu bagian mesjid. dan disitulah Ia menyaksikan kebesaran Allah dan kasih-sayang-Nya dengan menganugrahkan buah-buahan dan makanan kepadanya.

Selain itu disebutkan pula kata 'akifun pada surah Al Anbiya' 52 Surah A'raf 138

Di dalam ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad pun i'tikaf adalah bagian ibadah penting yang kita temui dalam Al Quran bahkan dengan penyebutan sebagai hukum yang berkenaan dengannya, seperti pada srah Al Baqarah 125.

Begitu pula dalam banyak hadis disebutkan akan berbagai pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT pada pelaku i'tkaf khususnya di bulan Ramadhan dan tanggal 13, 14 dan 15 bulan Rajab.

271654

captcha