IQNA

Persatuan Nasional Rakyat Iran Demi Mengibarkan Bendera Kejayaan Islam Menjamin Masa Depan yang Cemerlang

10:55 - May 19, 2009
Berita ID: 1780345
Imam Ali Khamenei: Menguatkan persatuan dan kesatuan antara masyarakat Sunni dan Syiah demi tegaknya panji-panji Islam adalah sebuah keniscayaan demi masa depan yang cemerlang bagi bangsa Iran
Iqna merilis dari situs resmi Imam Ali Khamenei, bahwa beliau pada hari ketujuh kunjungannya ke provinsi Kurdistan pada Senin (17/5) pagi mengunjungi kota Bijar dan mengatakan hal itu di hadapan ribuan penduduk kota Bijar.

Di depan ribuan warga Bijar yang mukmin, ramah dan berbudi luhur, beliau menyebut ‘persatuan, partipasi dan kesadaran' sebagai tiga unsur yang menjamin berlanjutnya gerakan bangsa Iran ke arah kemajuan, keunggulan dan kebesaran. Beliau menyeru rakyat Iran untuk berpartisipasi secara sadar dalam pemilihan presiden mendatang, seraya mengatakan, "Pilihlah figur yang melanjutkan jejak Imam Khomeini serta nilai dan prinsip beliau, dan meyakini resistensi melawan arogansi dunia sebagai nilai kesucian."

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyebut wafatnya Ayatollah Al-Udzma Bahjat, ulama besar dan faqih yang arif sebagai peristiwa duka yang sebenarnya. Beliau memohon kepada Allah untuk membangkitkan ulama rabbani ini kelak bersama Rasulullah SAW dan para wali-Nya.

Mengenai unsur-unsur pembentuk dan faktor kemenangan revolusi Islam yang besar ini, Rahbar menyebut unsurnya yang terpenting yakni persatuan. Beliau menjelaskan, "Persatuan rakyat dengan beragam suku, agama dan madzhab, dan tekad mereka untuk mengikuti jejak Imam Khomeini (ra) telah melahirkan sebuah peradaban dan arus baru dalam pemikiran politik global yang pengaruhnya dapat disaksikan di Palestina, Lebanon dan dalam berbagai isu dunia yang lain. Pengaruh dari revolusi ini adalah kebangkitan yang meliputi wilayah Afrika utara hingga Asia timur dan terus berkembang."

Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan bahwa bangsa Iran dengan berbagai suku dan latar belakang politiknya harus selalu memegang teguh persatuan untuk membela panji Islam yang telah berkibar di negeri ini. Persatuanlah yang menjamin masa depan cerah bagi bangsa Iran. Kepada masyarakat Kurdistan, beliau menyerukan, "Saudara-saudara Syiah dan Sunni! Dengan segenap daya, pertahankan persatuan Islam yang penuh berkah ini!"

Unsur kedua yang menjamin kemajuan dan kebesaran bangsa Iran menurut beliau adalah partisipasi rakyat di setiap arena. Beliau berpesan kepada rakyat Iran, "Hendaknya kalian berpartisipasi dengan penuh kebesaran pada pemilihan umum dan di setiap medan, ekonomi, pembangunan dan lainnya. Pertahankan kehadiran kalian yang menentukan ini."

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menjelaskan unsur ketiga yakni kesadaran sebagai masalah yang urgen untuk saat ini dan masa depan Iran. Seraya menjelaskan bahwa kesadaran telah mendatangkan banyak keuntungan dan berkah bagi negara, beliau mengatakan, "Jika rakyat tidak resisten dengan kesadarannya dalam membela Imam Khomeini, tentu dulu di awal revolusi, mereka yang gamang dan tidak meyakini cita-cita bangsa, serta berpikir untuk bersikap lunak dan tunduk kepada kaum arogan dunia lantaran rasa takut mereka kepada Amerika, akan tetap bercokol di kursi kekuasaan negeri ini. Ketika itu tidak ada lagi harga diri, kemajuan, dan kebesaran bangsa ini di mata dunia."

Rahbar menyinggung soal kesadaran generasi muda, seraya mengungkapkan, "Sama seperti halnya pada kesempatan-kesempatan yang lain, kesadaran yang bersifat umum ini akan terlihat pada pemilihan umum nanti. Dan partisipasi rakyat secara sadar bakal mencegah orang-orang yang berniat menyerah kepada musuh dan merusak harga diri bangsa ini naik ke tampuk kekuasaan."

Menjelaskan lebih lengkap kriteria orang yang terbaik untuk duduk sebagai presiden, beliau mengatakan, "Adalah musibah besar bagi bangsa ini jika setelah penyelenggaran pemilihan umum, mereka yang duduk di berbagai pusat kebijakan politik dan ekonomi ternyata orang-orang yang mengetepikan jejak Imam Khomeini (ra), norma-norma dan prinsip Imam dan revolusi, lalu menggantinya dengan aksi menjilat negara-negara imperialis Barat dengan alasan untuk memperbaiki citra Iran di dunia."

Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan akbar yang berlangsung di lapangan olahraga 17 Shahrivar kota Bijar itu, mengingatkan kembali kebanggaan historis warga Bijar dan Garus dan keterlibatan mereka secara aktif dalam berbagai ajang dan peristiwa sepanjang tiga puluh tahun usia revolusi Islam, termasuk era perang pertahanan suci. Beliau menyebut patriotisme masyarakat di daerah ini sebagai tolok ukur sejarah untuk menilai warga Bijar yang pemberani dan patriotik. Beliau menandaskan, "Masyarakat Syiah dan Sunni pencinta Ahlul Bait, terlebih kelompok Syiah yang mengikuti ajaran Ahlul Bait, telah melewati ujian yang besar dengan kepala tegak."

Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyinggung kebijakan rezim thaghut Pahlevi yang tidak mempedulikan nasib suku-suku yang lain di negeri ini. Beliau menambahkan, "Hari ini, berkat Islam dan revolusi, setiap warga Iran -di manapun juga ia tinggal di negeri yang besar dan mulia ini- memiliki jatidiri dan nilainya sendiri. Kumpulan dari jatidiri dan nilai ini membentuk sebuah bangsa yang besar, yang dengan resistensinya yang membanggakan telah menjadi teladan bagi bangsa-bangsa yang lain."

Rahbar menceritakan kembali langkah Imam Khomeini yang mengirimkan delegasi pertama untuk membangun wilayah Kurdistan. Menurut beliau, langkah tersebut membuktikan bahwa pemerintahan Islam menaruh perhatian khusus pada soal pembangunan daerah tertinggal dan terbelakang yang diwariskan rezim Thaghut. Rahbar mengatakan, "Meskipun ada hambatan dalam proses penyaluran layanan negara kepada rakyat akibat tindakan para penentang bangsa ini dan musuh-musuh suku Kurdi, namun dalam tiga puluh tahun ini pemerintah dengan berbagai lembaganya telah menyelesaikan banyak pekerjaan di daerah ini. Pemerintahan abdi rakyat saat ini telah menetapkan banyak keputusan yang bagus untuk mengejar ketertinggalan dan menghilangkan kekurangan yang ada. Kita berharap dengan bantuan masyarakat berbagai daerah di provinsi Kurdistan termasuk Bijar, program-program tersebut dapat terlaksana."

Di bagian lain pembicaraannya, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut perpindahan warga Bijar ke daerah lain sebagai penghambat kemajuan pembangunan kota ini. Kepada warga Bijar beliau mengatakan, "Para pejabat negara dan pemerintah provinsi mengenal dengan baik masalah yang ada di kota Bijar, dan mereka telah menyusun program yang bagus untuk mengatasinya. Karena itu, sudah selayaknya kalian menghargai kota ini dan padangnya yang hijau dan penuh berkah. Bantulah pemerintah agar pembangunan di provinsi ini dapat berjalan dengan cepat."

Di awal pertemuan ini, Imam Jum'at kota Bijar, Hojjatul Islam wal Muslimin Marvi mengatakan, "Persatuan Syiah dan Sunni, partisipasi secara aktif dan sadar di berbagai event pemilihan umum, dan bakat besar yang dimiliki oleh anak-anak mudanya, semua itu adalah ciri khas warga yang mukmin dan revolusioner di daerah ini."

Marvi menyebutkan sejumlah masalah yang dihadapi oleh kota Bijar termasuk krisis air untuk pertanian. "Penanganan masalah ini akan sangat membantu kemajuan kota Bijar," tambahnya.

407205
captcha