IQNA

Menyimak dengan Khusyuk Bacaan Ayat Al Quran, Menyiapkan Diri untuk Mendapat Bimbingan Al Quran

9:41 - September 02, 2009
Berita ID: 1821158
Imam Ali Khamenei: Di saat Al Quran yang merupakan wahyu Allah dibacakan dan masuk ke dalam hati, maka ia akan melakukan perubahan di dalam hati para pendengarnya.
Iqna merilis dari situs resmi Imam Ali Khamenei, bahwa Husainiyah Imam Khomeini ra. pada hari pertama bulan Ramadhan yang penuh berkah, bulan rahmat dan jamuan ilahi serta bulan yang bak musim semi AlQuran, diwangikan dengan harum aroma tilawah ayat-ayat suci dalam sebuah acara khusus yang dihadiri oleh para qari berprestasi, para guru dan huffadz AlQuran.

Pada acara itu hadir pula Rahbar atau Pemimpin Spiritual tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei.

Pada acara penuh nuansa maknawiyah dan keakraban dengan AlQuran itu yang berlangsung selama lebih dari tiga setengah jam dibacakan pula bait-bait pujian-pujian nabi dan qasidah.

Berdasarkan laporan ini, dalam acara tersebut, Ayatullah Al-Udzma Khamenei menyinggung peningkatan kualitas tilawah AlQuran di dalam negeri, seraya menyebut perhatian kepada seni pembacaan, tajwid, cara pembacaan ayat-ayat yang sesuai dengan pemahaman serta kandungannya, sebagai mukaddimah penting untuk satu hal lain yaitu masalah sosialisasi AlQuran di tengah masyarakat. Beliau menegaskan, ketika seseorang akrab dengan AlQuran, maka ia menginginkan dan mendengarkan pesan AlQuran di setiap sisi kehidupan dan sosial.

Rahbar menambahkan, irama dan nada bacaan yang baik, akan memperindah AlQuran dan akan berkesan pada masuknya AlQuran ke dalam hati. Namun para qori khususnya para pemuda, harus membaca AlQuran sedemikian rupa sehingga membuat hati orang teringat kepada Allah dan menciptakan kekhusyukan. Seraya menekankan bahwa khusyuk di hadapan ayat-ayat AlQuran merupakan persiapan bagi hidayah Qurani, Rahbar menambahkan, ketika ayat-ayat AlQuran diturunkan ke hati sebagai ilham ilahi, maka ayat-ayat tersebut akan meresap dan dicerna oleh hati, dan hati akan mengalami perubahan sesuai dengan ayat-ayat ilahi tersebut.

Beliau juga menyinggung pesan AlQuran terhadap persatuan dan masalah berpegang teguh pada tali Allah. Ditekankan oleh beliau bahwa hati yang memahami pesan-pesan penting AlQuran, tidak akan merusak persatuan besar bangsa hanya karena tujuan dan kepentingan pribadi. Ayatullah Al-Udzma Khamenei juga menyinggung pesan penting lain AlQuran yaitu pengenalan teladan bagi kaum mukmin dalam menyikapi lawan dan kawan. Beliau menegaskan, berdasarkan ajaran AlQuran, terhadap lawan harus bersikap tegas dan kokoh sehingga tidak dapat ditundukkan. Sebaliknya, dengan kawan harus bersikap mengasihi dan berlemah-lembut.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menandaskan, jika kita menjadikan hati kita sebagai wadah untuk menampung curahan rahmat Allah dan hidayah AlQuran, maka penerimaan pesan-pesan AlQuran akan lebih mudah, di saat itu kepentingan pribadi, ambisi terhadap kekuasaan dan penimbunan harta, tidak akan mencegah pengamalan terhadap ayat-ayat AlQuran.

Rahbar menyebut ayat-ayat AlQuran ibarat air yang menyegarkan seraya mengatakan, AlQuran selalu dibutuhkan dan kesannya akan muncul secara gradual dan berlangsung sepajang masa. Selain itu, makna AlQuran tidak terbatas dan keakraban dengan AlQuran dapat terbuka pintu-pintu baru serta mengurai seluruh masalah yang ada.

Di akhir acara Qurani ini, dilaksanakan shalat berjamaah Maghrib dan Isya' yang dipimpin oleh Rahbar. Para hadirin yang berpuasa juga berbuka puasa bersama Sang Pemimpin.

452206
captcha