Mohammad Ali, seorang dosen dan peneliti sebuah Universitas Islam di Indonesia dalam wawancaranya dengan IQNA menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa dengan meneliti kitab-kitab suci Ibrahimi kami melihat adanya konsep yang sama dalam masalah Mahdisme, walaupun dengan penjelasan yang berbeda-beda.
Anggota organisasi buku-buku samawi di Indonesia dan seorang peneliti Mahdisme negara ini mengatakan, bahwa begitu banyak para pengikut agama-agama yang berdatangan mencari pengetahuan akan juru penyelamat yang dijanjikan.
Beliau menambahkan: dengan memperhatikan adanya konsep Mahdiesme dalam semua agama, maka para pengikut agama-agama ini bisa bersatu sama lain untuk prestasi yang lebih baik dalam meneliti dan memenuhi pembahasan akan munculnya juru penyelamat manusia.
Muhammad Ali menambahkan: Gerakan Mahdiesme adalah untuk membangun sesuatu yang lebih baik bagi masyarakat dunia, maka semua bidang keilmuan, kebudayaan, ekonomi, dan keadilan memenuhi kebutuhan bidang ini untuk menyempurnakan dan meningkatkan kemajuan dunia.
Beliau menambahkan: Dalam hal ini, para pengikut agama-agama yang berbeda juga harus bersatu dan menghilangkan berbagai macam aspek perselisihan dalam masalah ini, dan mengadakan jalan pendekatan satu sama lain dalam bidang ini dengan menawarkan sebuah pembahasan dan diskusi.
Para peneliti Indonesia ini yang sebelumnya adalah pengikut agama Kristen, dan setelah mengadakan banyak penelitian dalam agama islam dan mazhab syiah, mengatakan: salah satu tugas penting yang mereka yakini akan munculnya juru penyelamat adalah keharusan adanya syarat-syarat undang-undang dunia, dimana dalam hal ini, mereka harus menginformasikan sehingga semua masyarakat dapat mengetahui pembahasan Mahdisme yang penting ini.
Muhammad Ali melanjutkan: Sekarang banyak orang-orang di dunia ini yang mengenal pembahasan ini, akan tetapi kesadaran mereka saat ini tidak cukup, harus meningkatkan kesadaran sehingga banyak manusia bangun dibarisan dalam menanti kedatangannya .
Dia menunjukan bahwa dalam kebanyakan agama telah memberitahukan permasalahan akan munculnya juru penyelamat, dan tidak ada difikirannya akan penyadaran semua dunia serta petunjuk dari segi keagungan Mahdisme, dikatakan: kenyataan bahwa orang-orang dalam hal ini telah memiliki banyak hal akan satu-satunya penyempurna pemahaman ini adalah tugas-tugas kaum muslimin, akan tetapi disana tidak ada sedikitpun sejarah, kaum muslimin harus banyak berusaha khususnya para ilmuan dan para pemikir muslim.
623340