Iqna melaporkan, seminar ini diikuti oleh Ketua Pusat Kajian Universitas London Islam-Kristen George Massouh, Ketua Dasar Pemikiran Islam Modern Malaysia dan sejumlah para peneliti, cendikiawan dan para petinggi negara ini.
Najib Nurruddin pada sambutan seminar ini memberikan penjelasan tentang pandangan Islam mengenai Imam Husein as berdasarkan pendapat dari Almarhum Allamah Sayyid Muhammad Husein Fadhullah dan mengatakan bahwa kesyahidan Imam Husein as sebagai suatu peringatan untuk membangunkan Islam dan Imam Husein telah mengorbankan jiwanya untuk menghidupkan risalah Islam.
Ia menambahkan, kebangkitan Imam Husein as tidak memberikan kemuliaan dan bernilai untuk kelompok tertentu, karena kebangkitan Asyura adalah kebangkitan untuk membebaskan jiwa kemanusiaan yang universal.
George Massouh juga dalam isi ceramahnya di seminar ini mengatakan, "Saya selaku seorang pendeta Nasrani di saat menyambut hari peringatan tragedi Asyura, saya tidak dapat mengesampingkan sosok Imam Husein di sisi al-Masih, yang keduanya memiliki banyak kesamaan. Yang keduanya sama-sama telah memerangi kezaliman dan kesewenangan. Keduanya melakukan perlawanan atas penguasa yang zalim dan memperjuangkan kebenaran."
Ia menambahkan bahwa kezaliman dan kefasikan yang terjadi di tengah-tengah umat sebagai faktor kebangkitan Imam Husein as. Imam Husein dan al-Masih adalah dua teladan yang tidak hanya berhubungan dengan masa lalu, namun juga untuk kebaikan masyarakat di masa mendatang.
717396