Laporan IQNA: Hujjatul Islam wal Muslimin Majid Hakimullahi wakil Al Musthafa Saw Internasional University hari ini 31 Januari pada konferensi pers mengatakan: dengan memperhatikan akan adanya konflik internal dan perang yang telah dipaksakan oleh negara adidaya Afghanistan maka negara ini tidak memiliki manefestasi simbol peradaban lagi.
Lanjutnya juga: peraturan yang mendominasi dunia ketika melihat hasil memasuki militer Afghanistan dan tidak berhasil maka memutuskan dengan cara merubah peradaban dan budaya srta pandangan masyarakat negara ini dan juga melalui kegiatan-kegiatan lembaga masyarakat dan berbagai macam media negara ini.
Hakimullahi juga menjelaskan: untuk merubah bentuk politik, agama dan kebudayaan negara ini maka didirikanlah ribuan lembaga masyarakat yang secara dzahirnya tampak sebagai lembaga yang memberikan pelayanan terhadap masyarakat padahal bekerja untuk misi, dan pendidikan kekuatan untuk promosi mengubah kepercayaan masyarakat.
Wakil Al Musthafa Internasional University mengatakan:satu-satunya lembaga masyarakat yang mengeluarkan biaya 40 juta untuk kristenisasi dengan target para remaja Syiah, dan telah dirilis kurang lebih 30 jaringan parabola, televisi, dan radio di negara ini yang 95 persen dikeluarkan dari saldo dari keuangan negara ini.
Selanjutnya dia mengatakan: lembaga-lembaga ini telah beraktifitas dibagian terjauh negara ini. dan dengan alasan seperti untuk membela hak-hak manusia dan perempuan dan lain sebagainya, untuk memajukan kebudayaan, pendidikan perempuan berdasarkan budaya Barat, dan hal ini secara berlangsung diadakan dalam bentuk pameran dengan simbol Barat di Afghanistan.
Dengan mengacu pada pelaksanaan pameran “agama, budaya, risalah ulama Afghanistan” Hakimullah menegaskan: konferensi ini demi untuk mengingatkan peran dan tugas para ulama, ruhani, dan pembesar Afghanistan lebih umum dari Syiah dan Sunnah untuk membela eksestensi nasional dan agama bangsa negara ini yang memiliki misi yang berat dalam situasi ini.