IQNA

Kata "Ya!" Bagi Republik Islam Iran Telah Meruntuhkan Teori Politik Barat

5:22 - April 05, 2012
Berita ID: 2298223
Duta Besar Budaya Iran Sierra Leone menyatakan: "Kata "Ya!" yang diucapkan oleh rakyat Iran terhadap Republik Islam Iran pada tanggal 12 Farvardin 58 telah meruntuhkan teori politik Barat di abad ke-20.
Dalam wawancaranya di Hari Republik Islam Iran, Muhammad Ridha Qazalsufla menyatakan: "Di hari inilah daulat Islami diresmikan dan karenanya teori-teori politik Barat runtuh lebur. Berkat itu Islam tampil sebagai agama yang berperan bagi kehidupan berdaulat."
Ia melanjutkan: "Republik Islam Iran adalah gabungan kata Republik, sebuah faham yang menjunjung tinggi kehendak umat manusia, dan Islam, suatu ajaran yang mementingkan aturan-aturan Ilahi sebagai nilai mulia bagi kehidupan manusia. Sebuah ajaran yang menjadikan aturan Tuhan dan Al Qur'an sebagai yang utama dalam norma-norma kehidupan."
Qazalsufla menyebut "republik" sebagai simbol peran masyarakat dalam berdirinya sebuah pemerintahan dan keberlangsungannya seraya berkata: "Masyarakat berperan penuh dalam memilih apa yang mereka kehendaki dan kenyataan itu jelas terbukti di negara kita."
Ia menambahkan: "Kebebasan tidak dapat disalah artikan sebagai kebebasan tak beraturan. Kebebasan dalam ajaran Islam memiliki arti mulia, sebuah kebebasan yang berada di jalur yang benar."
Di sela-sela pembicaraannya ia juga membanggakan sikap rakyat Iran yang merupakan bukti janji setia mereka terhadap pemerintahan Islami.
977813
captcha