Menurut laporan IQNA, menukil dari website "lorientlejour", Abdul Hakim Balhaj dalam wawancaranya dengan wartawan Reuters kemarin seraya menekankan berita ini mengatakan: "Untuk berperan dalam panggung politik, aku mengundurkan diri dari dewan musyawarah militer dan kini membentuk partai Islami Al-Wathan."
Ia menambahkan: "Permohonan pembentukan partai telah disampaikan ke pejabat-pejabat terkait. Sampai saat ini seluruh kandidat di setiap kota telah menyatakan kesiapannya."
Begitu pula salah satu anggota komisi pemilu Libya telah membenarkan berita tentang ikut sertanya partai Al-Wathan dalam pemilu dewan pembentukan undang-undang.
Abdul Karim Balhaj telah dipenjara di masa pemerintahan Qadzafi karena aktifitas politiknya. Ia memiliki peran penting dalam kebangkitan rakyat Libya tahun lalu, yang mana 25.000 pejuang Libya bertarung di bawah kepemimpinannya.
Diberitakan bahwa pemilu bebas pertama Libya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Juni untuk membentuk dewan penetapan undang-undang yang beranggotakan 200 orang itu.
1023264