Banyak orang pergi ketempat pemungutan suara untuk pertama kalinya yang tidak pernah dilakukan lebih dari 4 dekade terakhir.
Namun banyak masalah tersisa dari masa kepemimpinan khadafi yang harus dipecahkan oleh para kandidat, seperti masalah Ekonomi, keamanan dan lain‐lain.
4000 Calon akan dipilih pada pemilihan yang akan diadakan bulan juli ini, dan 80% dari total 2,7 juta penduduk Libya berhak untuk membirikan suaranya.
Sebenarnya pemilu dlangsungkan pada tanggal 19 Juni, namun tertunda karena alasan keamanan.
Sebagian orang mengatakan penundaan itu disebabkan perencanaan yang kurang matang, namun kepala komisi pemilu Nouri Al‐Anbari bersih keras bahwa itu karena kondisi Negara yang tidak memungkinkan.
Selain itu, Salah satu kriteria calon harus asli orang Libya dan dipastikan bahwa para calon tidak berhubungan dengan orang‐orang pada rezim sebelumnya. Pemeriksaan ini membutuhkan proses yang panjang dan sulit yang telah dimulai semenjak bulan Februari.
Sementara itu, ada laporan bahwa telah terjadi politik uang oleh Negara‐negara kaya minyak untuk membeli suara dan mempengaruhi hasil pemilu.
Oleh karena itu, badan internasional bersama komisi pemilu membuat rencana baru dalam control secara ketat pada kelangsungan pelaksanaan pemilu.
Hasil pemilu ini akan menghasilkan pemerintahan baru dan kesaturan rakyat Libya. Masyarakat akan berbondong‐bondong pergi ketempat pemilihan untuk menentukan nasib Negara kaya minyak di Afrika utara itu. Dan mereka perlu waspada atas persekongkolan dari dalam dan luar negeri agar mampu mengatasi hambatan disaat ini maupun masa yang akan datang.
1027487