IQNA

Sekjen HiImpunan Ulama Muhammadiyah Maroko:
13:38 - December 12, 2015
Berita ID: 3462262
MAROKO (IQNA) - Ahmad Ibadi, Sekjen Himpunan Ulama Muhamadiyah Maroko menegaskan, kelompok ekstrem hanya bertopang pada tafsir tekstual ayat-ayat Al-Quran semata dan tafsir mereka tidak lebih hanya mencakup tekstual Al-Quran semata.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari alyoum24.com, Ahmad Ibadi, Jumat (11/12), lewat pidatonya dalam Konferensi Internasional Afrika, Ufuk untuk Pemikiran, yang diselenggarakan dengan diprakarsai Akademi Maroko mengatakan, kelompok-kelompok ekstrem hanya bertopang pada takwil (tafsir tekstual) dan kering dari Al-Quran, tafsir ini juga hanya sebatas lahiriah tekstual Al-Quran semata.
“Tafsir Al-Quran kelompok ekstrem hanya terbatas pada 500 ayat saja, sementara ayat-ayat tersebut juga merupakan ayat-ayat hukum, sedangkan Al-Quran memiliki 6236 ayat,” imbuhnya.
Sekjen Persatuan Ulama Muhammadiyah Maroko menegaskan, melawan wacana ekstrem, bersamaan dengan perubahan teknologi dan penyebaran internet di negara-negara Afrika yang sedang berkembang membutuhkan penyusunan konten ilmiah (pengetahuan) dan merupakan pengganti yang kuat, karena konflik sekarang ini dalam kancah konteks dan selama kita tidak melakukan perlawanan dengannya, maka pengaruh ini akan terus berlanjut.

3462074

Kunci-kunci: Opini
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\