Menurut laporan IQNA, situs muslim telah memperkenalkan orang-orang berpengaruh pada tahun 2015. Sebagian orang-orang dari mereka adalah populer dan sebagian lainnya tidak dikenal, telah memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan atau mempersembahkan karyanya dalam memori tahun 2015. Titik persamaan diantara mereka adalah kemuslimannya.
Akon, pembaca, sutradara populer dan kreator acara Akon Lighting Africa, yang telah menjamin listrik 600 juta penduduk Afrika.
Ahmed Mohamed, remaja muslim yang telah membuat jam dengan bentuk bom. Peristiwanya terpublikasi di seluruh penjuru dunia lewat Facebook dan Twitter dan dia dapat meraih dukungan banyak masyarakat, termasuk Barack Obama.
HasanMinhaj, aktor muslim asal India yang bermukim di Amerika yang menggunakan senjata lawak di televisi untuk memerangi prasangka.
RasyidYazmi, peneliti populer Maroko, yang telah membuat baterai Li-ion pada dekade 80. Dia pada tahun 2015 untuk mengembangkan sebuah sarana, yang mencarger Smartphone dan mobil listirk selama 10 menit dan, yang akhirnya dapat hidup lagi.
Mohammead Zeyara, mahasiswakedokterandanaktivisYoutube, yang denganpidatonyatelahdapatmengumpulkansetengahjuta dollar untukmembantunegara Mali di Afrika.
Ahmed Hossam, sutradara, yang diputuskan akan menggarap serial tv Salahuddin al-Ayyubi untuk cannel Netflix. Meski proyeknya belum rampung, Hossam menunjukkan kemampuan meyakinkan cannel ini dalam menyiarkan serialnya.
Hussain Manor, pemenanghadiah Rising Star Global, yang populerkarenapemaparansolusiinovatifnyadanaspirasinya (KeselamatanPikiran” untukremaja. DiapemenangperjalananluarangkasaXcor Space.
Aziz Sancar, muslim Turki pertama yang meraih hadiah Nobel untuk bidang kimia. Dia bersama temannya, Paul L. Modrich. dan Tomas Lindahi mendapatkan hadiah tersebut karena penelitian dalam bidang pemulihan DNA (DNA repair) secara mekanistik.
Ahmad Syihabuddin, reporter danaktivispecintakemanusiaandiperkenalkanolehpihak Arabian Business sebagaisalahsatudari 100 remaja yang berpengaruh di atasmukabumi.
Tareq al-Alimi, remaja muslim yang aktif dalam masalah iklim dan termasuk salah satu pendiri himpunan associates BL 3, dimana tugasnya adalah mengkreasi kembali sebuah sistem energy yang lebih berkelanjutan.
Antologi dari para remaja muslim ini menunjukkan bahwa ketika seseorang memiliki tujuan, maka dia harus berupaya untuk sampai padanya, baik tujuan tersebut aspirasi mulia, maupun penjelasan hakikat.