Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Icsun-news, Soraya Hussein mengatakan, aku merasakan Islam yang ditunjukkan dalam sebagian tempat dan media-media adalah Islam yang bukan kita kenal. Aku pikir harus aku katakan kepada mereka bagaimanakah Islam kita.
Karenanya, populasi Islam Las Crusces pada musim panas lalu mendirikan sebuah stan di kota tersebut dan melakukan dialog tentang Islam dengan para pengunjung.
Sekarang ini acara tersebut berubah menjadi agenda bulanan dan diupayakan masyarakat dapat mengenal Islam sejati.
Hussein mengatakan, pertama-tama program ini dilakukan dengan tujuan mengetengahkan pendidikan-pendidikan umum; namun kejadian-kejadian terbaru memaksa mereka untuk berdiri dan mengatasi terorisme.
Dalam stan tersebut, selain diketengahkan buku dan pembahasan-pembahasan tentang Islam, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar berita utama dan ucapan-ucapan anti Islam para politisi.
Demikian juga diketengahkan pada masyarakat akan pembahasan-pembahasan tentang pokok dan ajaran-ajaran Islam dalam bentuk brosur.
"Brosur kedua kami, telah dipublikasikan dengan topik Siapa Tuhan? Karena ketidakpercayaan banyak orang, bahkan mereka tidak mengetahui siapa yang kita sembah dan ada banyak khurafat tentang kita,” ucap Hussein.
Yusuf al-Asmawi, salah seorang partisipan dalam acara tersebut mengatakan, bulan lalu hal terbanyak yang saya dengar dari masyarakat adalah ucapan: "Terimakasih banyak kalian sudah di sini” dan ini menunjukkan bahwa kesalahpahaman dapat dihilangkan.
Muhammad Dawud, pengajar arsitektur elektronik universitas provinsi New Mexico yang banyak mendapat pertanyaan dari para teman dan kenalannya tentang Islam, berubah menjadi salah satu anggota presenter acara tersebut.
Dia mengatakan, ketika masyarakat belajar, maka opini mereka akan berubah dalam naungan pengetahuan dan menjadi dasar pengetahuan segala hal.