IQNA

10:15 - January 20, 2016
Berita ID: 3470087
KUWAIT (IQNA) - Aktivitas rancangan Kuwait; Ibukota Kebudayaan Dunia Islam pada Tahun 2016, dimulai Senin (18/1), dengan menyelenggarakan acara pembukaan di kota al-Salmiya.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari harian Kuwait Al-Qabas, acara pembukaan agenda Kuwait; Ibukota Kebudayaan Dunia Islam pada Tahun 2016 M, diselenggarakan Senin, dengan dihadiri oleh Jaber al-Mubarak al-Hamad al-Sabah, Perdana Menteri Kuwait.

Salman Sabah Salem al-Homoud al-Sabah, Menteri Informasi Kuwait dan Ketua Dewan Nasional Kebudayaan, Seni dan Sastra negara ini dengan berbicara dalam acara pembukaan rancangan tersebut mengatakan, dipilihnya Kuwait sebagai ibukota kebudayaan dunia Islam pada tahun 2016 M menunjukkan kedudukan dan urgensitas negara ini dalam dunia Islam.

Lebih lanjut ia mengucapkan rasa terimakasih atas upaya Dr. Abdul Aziz bin Othman al-Tuwaijri, Sekjen Organisasi Kebudayaan, Edukasi dan Ilmu Islam (ISESKO) dalam ranah penguatan solidaritas dan kerjasama antar negara-negara anggota organisasi ini dengan tujuan bersama-sama melakukan aktivitas Islam.

Lebih lanjut, Menteri Informasi Kuwait menegaskan, Kuwait berupaya menggunakan agenda ini sebagai kesempatan untuk menjelaskan dan memperkenalkan citra gemilang Islam, dimana dalam sebagian hari-hari ini, baik sengaja maupun tidak sedang didiskreditkan.

Salman Sabah Salem al-Homoud al-Sabah mengungkapkan, kami menganggap rancangan kebudayaan ini sebagai sebuah kesempatan untuk menyebarkan dan memublikasikan Islam dan melembagakan nilai-nilai toleransi, pengampunan, kecintaan dan perdamaian serta pengenalan moderasi Islam.

Demikian juga, dia sangat bangga akan kehadiran Ahmad al-Tayeb, Syaikh Al-Azhar dalam acara pembukaan agenda Kuwait; Ibukota Kebudayaan Dunia Islam pada Tahun 2016.

http://iqna.ir/fa/news/3468662

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\