IQNA

7:43 - January 31, 2016
Berita ID: 3470116
INGGRIS (IQNA) - Para remaja muslim Inggris mengatakan, “Pemfokusan Berbahaya” politisi negara ini untuk ekstremisme menyebabkan stigmatisasi terhadap muslim dan penyingkiran mereka.

Menurut laporan IQNA, Press TV mengutip situs The Guardian menulis, para delegasi Inggris di kota Bradford di Yorkshire barat negara ini dalam pertemuan komisi urusan internal parlemen Inggris yang diketuai oleh Keith Vaz, delegasi Partai Buruh melakukan pertemuan dan dialog dengan 70 remaja muslim.

Para remaja yang berumur 16-25 tahun ini, sebagai wakil dari komunitas muslim di kota Bradfort, Leeds, dan Dewsbury melakukan dialog dengan delegasi parlemen Inggris di sebuah hotel selama dua jam.

Dalam pertemuan tersebut, para remaja muslim diminta supaya menjawab pertanyaan-pertanyaan, apakah mereka merasa rentan terhadap ekstremisme? dan apa peran kejahatan yang muncul dari Islamofobia dan kebencian dalam ekstremisme remaja muslim?

"Di tengah-tengah politisi Inggris terdapat sebuah penfokusan berbahaya terhadap ekstremisme takfiri, yang tidak dapat diterapkan terkait bentuk-bentuk ekstremisme, seperti sayap kanan,” ucap mereka.

Menurut penuturan remaja ini, media-media juga selalu menstigmatisasi muslim dan mempertunjukkan gambaran negatif tentang mereka.

Sebagian muslim dalam pertemuan ini berbicara tentang pengalaman-pengalamannya, yang secara tidak sengaja mendapat perhatian polisi, setelah partisipasi dalam sebagian acara-acara perdamaian untuk melawan ekstremisme dan protes terhadap Islamofobia dalam masyarakat.

Pertemuan ini terselenggara dengan koordinasi komisi urusan internal parlemen Inggris dan ditetapkan pada tahun ini akan diselenggarakan tiga pertemuan lain dengan komunitas muslim di kota Manchester, Birmingham dan Cambridge.

Bradford pada tahun-tahun terakhir menjadi trending berita, dikarenakan keberangkatan sebagian keluarga ekstrem menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS dan karena tempat kelahiran Shehzad Tanweer, penyerang 22 tahun serangan teroris London.

Chuka Umunna, delegasi parlemen Britania dan salah seorang anggota Partai Buruh, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyebut memalukan statemen terbaru David Cameron, Perdana Menteri Inggris tentang pengeluaran wanita muslim yang tidak menguasai bahasa Inggris dan menambahkan, Islamofibia di negara ini memiliki lisensi tanpa ada kontrol dan pendekatan (para pejabat) terhadapnya tidak selaras dengan pendekatan mereka terhadap (masalah-masalah ekstrem lainnya) rasisme dan diskriminasi gender. Masalah ini tidak dapat diterima.

http://iqna.ir/fa/news/3471060

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\