IQNA

Juri Tunanetra Yaman:
23:28 - May 17, 2016
Berita ID: 3470383
IRAN (IQNA) - Sebagian hafiz tunanetra yang hadir dalam musabaqoh internasional tunanetra pertama di Iran memiliki kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya, namun secara global fenomena Qurani ini, yang dikategorikan sebagai pengalaman pertama dalam tingkat dunia Islam patut untuk diapresiasi.

Yahya Muhammad Ahmad al-Halili, juri tunanetra Yaman dalam bagian Keindahan hafalan musabaqoh internasional Al-Quran Iran ke-33 saat wawancara dengan IQNA mengatakan, kami sangat berterimakasih kepada Republik Islam Iran atas penyelenggaraan fenomena agung dan tunggal Al-Quran dan demikian juga penyelenggaraan musabaqoh internasional Al-Quran tunanetra ini.

"Penyelenggaraan musabaqoh hafalan Al-Quran pertama khusus tunanetra hafiz Al-Quran di tingkat dunia Islam memberikan kedudukan khusus kepada kelompok ini dan menyamakan mereka dengan saudara-saudara lainnya,” imbuhnya.

Juri Yaman ini mengatakan, kompetisi internasional Al-Quran khusus tunanetra termasuk hal yang tunggal dan negara-negara Islam dalam meniru akan pelaksanaan musabaqoh ini di Iran.

Lebih lanjut al-Halili menyebut musabaqoh internasional Al-Quran Iran yang diselenggarakan secara tahunan sebagai panutan dan contoh untuk semua musabaqoh dunia Islam dan Arab dan mengatakan, kompetisi ini memiliki peran signifikan dalam perealisasian solidaritas dan persatuan antar umat Islam.

"Hal yang aku dengar dan aku rasakan dalam musabaqoh ini adalah perkumpulan para hafiz dan qori yang sangat besar dari negara dan pelbagai benua, dengan warna dan pelbagai ras di seluruh penjuru dunia dan tidak ada satupun musabaqoh internasional Al-Quran yang aku lihat sebagaimana pertemuan agung Qurani ini yang diselenggarakan di negara seperti Mesir dan Arab Saudi,” tegasnya.

Di penghujung Juri Yaman ini mengatakan, banyak suara-suara merdu hadir dalam musabaqoh ini, yang semakin menambah daya tarik kompetisi tersebut.

Musabaqoh internasional Al-Quran tunanetra pertama di dunia Islam diselenggarakan bersamaan dengan musabaqoh internasional Al-Quran ke-33, dengan dihadiri 16 tunanetra hafiz seluruh Al-Quran dari pelbagai negara dunia.

http://iqna.ir/fa/news/3498161
Kunci-kunci: Iran ، Musabaqah Quran ، Tunanetra
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\