IQNA

8:03 - May 31, 2016
Berita ID: 3470413
IRAN (IQNA) - Salah satu kriteria yang didedikasikan untuk budaya Al-Quran dan jarang terlihat dalam revolusi-revolusi intelektual dan kebudayaan global terkini adalah efektivitas Quran dalam restrukturisasi wacana masyarakat.

Menurut laporan IQNA, Zahra Kadkhoda Mezerji, ketua lembaga kebudayaan Quran Al-Huda di Kuala Lumpur dalam sebuah pembahasan dengan topik Al-Quran dan peranannya dalam kehidupan masyarakat global/ Pengaruh Al-Quran pada bahasa sehari-hari masyarakat, menuturkan; kita hidup di sebuah era dimana nilai-nilai Al-Quran sangat jarang sekali diperhatikan oleh kaum muslim dalam kehidupan individu dan sosial, sementara nilai-nilai Barat dan kehidupan yang penuh dengan bersolek dan pemborosan sebagai ganti dari nilai-nilai spiritual Qurani. Mungkin banyak dari kita yang lupa bahwa Al-Quran pada masa Rasulullah (Saw) dapat memunculkan revolusi kebudayaan dalam kehidupan individu dan sosial masyarakat, sampai-sampai sebelum dan sesudah masa itu tidak terlihat lagi revolusi dan perubahan intern semacam ini dalam sepanjang sejarah.

Perubahan-perubahan yang dimunculkan oleh Al-Quran di tengah-tengah kaum muslim di era awal Islam merupakan motivasi hidup nilai-nilai spiritual, yang tidak kenal batas masa dan tempat mereka dan mencakup semua bangsa dan kaum, dengan bahasa dan pelbagai warna. Salah satu kriteria yang dikhususkan pada kebudayaan Al-Quran dan dalam revolusi intelektual dan kebudayaan dunia kontemporer yang jarang terlihat adalah efektivitas Al-Quran dalam restrukturisasi wacana masyarakat. Biasanya kita melihat dalam perubahan kebudayaan, yaitu intelektual, ideologi dan opini-opini masyarakat berubah, namun bahasa sehari-hari mereka tidak dapat berubah; sementara Al-Quran dengan bantuan wahyu Ilahi dan bersambung dengan karunia dan anugrah Ilahi hanya sebuah kitab dalam bahasa percakapan masyarakat juga menciptakan perubahan yang manakjubkan.

Jika kita menilik sejarah dan kebudayaan negara-negara yang ada, yang sekarang ini kita kenal sebagai negara Arab, maka terbukti bahwa mayoritas penduduk ini berbicara dengan selain bahasa Arab dan sekarang ini dengan keutamaan Al-Quran, kesemuanya berbicara dengan satu bahasa dan itu dengan bahasa Arab Al-Quran dan efektivitas Qurani atas pembentukan bahasa mereka sampai pada batas bahwa bahasa non Arab tidak dikenal di tengah-tengah mereka dan hanya sebagian istilah-istilah pribumi bahasa tersebut yang digunakan; namun esensi utama mereka sampai pada pembentukan bahasa pada Al-Quran.

Dengan demikian, harus dikatakan kitab manakah selain Al-Quran, baik buku moral, filsafat, agama, sosial dan kebudayaan pada abad-abad lalu sampai era sekarang ini yang dapat menciptakan perubahan yang menakjubkan semacam ini dalam pembentukan bahasa sehari-hari sebuah bangsa? Kaum muslim sekarang ini dengan kapasitas pengaruh semacam ini dalam Al-Quran harus banyak mendapat manfaat untuk kehidupan individu dan sosialnya sehingga dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhiratnya.

Kapasitas kebudayaan dan peradaban Al-Quran tidak dapat ditemukan dalam karya manapun, baik karya ilmiah maupun sastra dunia dan manusia pada abad-abad lalu sampai sekarang tidak akan melihat perubahan-perubahan mendalam dalam kebudayaan-kebudayaan dunia lain, yang diciptakan Al-Quran dalam diri manusia dan tidak akan pernah.

Jika masyarakat mengetahui bahwa Al-Quran memiliki kemampuan dan kapasitas menciptakan perubahan-perubahan besar kebudayaan dan sosial dan bahkan bahasa, seperti pada era permulaan Islam, dengan demikian mereka tidak akan terpukau dengan kebudayaan impor Barat dan tidak akan mengharapkannya sebagai sumber harapan penciptaan perubahan dalam nilai-nilai kebudayaan, moral dan sosial dan akan lebih terfokus pada ajaran-ajaran Al-Quran.

http://iqna.ir/fa/news/3502361

Kunci-kunci: Iran ، Peran Efektif Al-Quran
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\