IQNA

9:44 - July 11, 2016
Berita ID: 3470518
MYANMAR (IQNA) - Para pemimpin muslim Myanmar meminta pemerintah negara ini supaya mengayomi minoritas muslim.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Al-Watan, pasca demo para ekstremis Buddha terhadap muslim dan perusakan dua masjid dalam jarak 8 hari, para pemimpin muslim Myanmar meminta pemerintah negara ini supaya mengayomi minoritas muslim.

Kyu Sau, salah seorang pejabat organisasi Islam Molawi Myanmar mengatakan, etnis muslim Myamar hidup dalam kondisi ketakutan dan kekhawatiran pasca insiden perusakan masjid di propinsi Rashin (utara Myanmar) yang terjadi satu pekan lalu.

"Para petugas keamanan gagal dalam menangkap para pelaku, dan hal ini dapat menyebabkan berkobarnya aksi kekerasan terhadap etnis muslim, dengan tanpa adanya hukuman,” imbuhnya.

Ketua dewan urusan muslim Myanmar juga dengan mengirim surat ke Htin Kyaw, presiden negara ini, meminta pemerintah supaya melakukan penelitian tentang insiden terbaru perusakan masjid dan menghukum orang-orang yang ikut andil dalam perusakan tempat-tempat ibadah.

Sementara sejak awal bulan Juli, ribuan ekstremis Buddha nasional dengan berdemo di pelbagai kota dan kawasan ini memprotes penggunanan pemerintah negara ini akan kalimat "Kaum muslim propinsi Rakhine”, menggantikan "Minoritas muslim Rohingya”.

Demikian juga perusakan dua masjid dalam jarak 8 hari, di propinsi Kashin dan kawasan muslim Bako di Myanmar mendapat reaksi dari komisi HAM PBB.

Robert Colville, juru bicara Komisi Tinggi HAM PBB dalam sebuah pertemuan press mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya aksi kekerasan terhadap etnis muslim di Myanmar dan mendukung pemerintah negara ini supaya mengambil langkah-langkah segera untuk melarang terjadinya insiden-insiden yang muncul dari fanatisme agama.

http://iqna.ir/fa/news/3513672

Kunci-kunci: Permintaan ، Para Pemimpin ، Muslim ، Myanmar
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\