IQNA

21:37 - July 13, 2016
Berita ID: 3470524
MYANMAR (IQNA) - Para ekstremis Buddha di Myanmar, Minggu (10/7) melakukan demo dengan tujuan menekan pemerintah untuk menerapkan kalimat Bengali kepada muslim Rohingya.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Channel News Asia, kalimat Bengali merupakan akar problem minoritas muslim Rohingya yang digunakan oleh para ekstremis Buddha kepada minoritas muslim yang tinggal di propinsi Rakhine.

Pemerintah Myanmar sebelumnya juga melarang pelabelan Bengali kepada muslim Rohingnya, dan mencegah pemberian kewarganegaraan Myanmar kepada mereka padahal mereka di negara ini sudah bertempat tinggal di sana selama ratusan tahun dan mereka saat ini menghadapi kekerasan dan fanatisme para ekstremis Buddha.

Setelah partai opososi Aung San Suu Kyi, aktivis HAM Myanmar, memegang kepemimpinan Myanmar, Suu Kyi menyarankan supaya tidak menggunakan kalimat Rohingya atau Bengali dan sebagai gantinya menggunakan kalimat populasi muslim propinsi Rakhine.

Demo para ekstremis Buddha kemarin di Myanmar hanya termasuk salah satu demo dan protes mereka terhadap keputusan tersebut.

Mereka mengklaim bahwa mereka khawatir kaum muslim Rohingya dengan perilaku-perilaku ini akan mendorong mereka untuk menguasai propinsi Rakhine.

Mereka mengancam akan terus menggelar demo tersebut jika pemberintah tidak memperbaharui tentang Bengali.

Demo-demo serupa juga diselenggarakan beberapa hari lalu di propinsi Rakhine dan demo-demo lain juga akan diselenggarakan pekan depan.

http://iqna.ir/fa/news/3514285

Kunci-kunci: Buddha ، Ekstrem ، Myanmar
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\