IQNA

Wawancara IQNA dengan Mohammad Kavand/
12:07 - January 24, 2017
Berita ID: 3470970
IRAN (IQNA) - Mohammad Kavand, seniman terkemuka negara Iran yang menetap di Malaysia, mendesain peta Darul Quran kota Malaka negara ini dengan tangan senimannya dan diputuskan di waktu dekat desain tersebut akan dijalankan di pantai pelabuhan Malaka.

Menurut laporan IQNA, Mohammad Kavand, seniman Iran yang bermukim di Malaysia, yang beberapa waktu lalu hijrah ke negara ini dengan tujuan memperkenalkan seni Iran – Islam, ia sampai sekarang telah mendesain dan membuat sejumlah karya dengan tangan seninya di bagian Asia ini.

Kavand beberapa waktu lalu, melalui undangan museum seni Islam Malaysia juga melakukan renovasi kubah utama bangunan museum dan sebagian dekorasi ruang dalam dan merias tempat tersebut dengan seni Iran – Islam.

IQNA melakukan wawancara untuk lebih mengenal dengan seniman terkemuka tersebut:

IQNA: Tolong pertama-tama perkenalkan diri Anda secara lengkap dan sejak kapan memulai aktivitas seni Anda?

Saya Mohammad Kavand, lahir tahun 1348S, warga Borujerd. Saya memulai pekerjaan seni ini sejak tahun 1364S, dengan berpartisipasi dalam kelas-kelas himpunan kaligrafi Iran dan mendapatkan seni dari para ustad seperti Akhawain, Bakhtiyari, Kaboli, dan ustad Fazaeli dan setelah mempelajari pokok-pokok khat Tsulus dan contoh dari ustad Fazaeli, saya sangat senang dengan seni Islam tersebut dan bekerja dalam hal ini bagi saya amatlah menyenangkan.

Lambat laun, katup seni Islam terbuka bagi saya dan saya baru memahami bahwa untuk mempelajarinya saya harus menempuh jalan yang panjang. Namun tidak semestinya karunia Ilahi diabaikan dan tidak sepatutnya menyepelekan kasih sayang para sahabat baik yang senantiasa membantu saya di jalan ini. Sebuah kasih sayang yang tidak bisa dijabarkan di sini.

IQNA: Bisa Anda katakan aktivitas-aktivitas lain Anda sebelum beralih ke seni secara profesional?

Sesuai ketentuan pendidikan dan karir, sementara waktu saya bekerja di kementerian luar negeri; namun saya sama sekali tidak menyukai ketentuan tersebut dan dalam kesempatan yang tepat dan dengan bantuan salah seorang teman seniman, saya sibuk mendesain dan membuat kaligrafi secara profesional dan setiap hari pengalaman seni saya semakin bertambah. Dikarenakan persyaratan profesionalisme dalam seni ini adalah memiliki ilmu warna dan percetakan, saya juga tidak terkecualikan dari kaidah tersebut dan dengan mengenal sejumlah warna dan pelbagai percetakan, mempelajari warna dan gambarnya di atas ubin dan keramik dan hadir dalam dekorasi dan pelaksanaan tempat-tempat religi.

IQNA: Bagaimana Anda bisa memilih Malaysia untuk melanjutkan pekerjaan dan hidup?

Beberapa tahun yang lalu, saya membawa sebuah contoh pekerjaan saya ke Jerman dan dipaparkan di pameran taman teknologi negara ini, pada waktu itu, masyarakat Malaysia yang berkunjung ke pameran itu, melihat pekerjaan-pekerjaan saya dan mereka sangat tertarik dan menyarankan kepada saya agar mempersembahkan pekerjaan-pekerjaan saya di Malaysia; karena di sana ada sumber dan mendapat sambutan baik.

Saya juga menyambut saran tersebut dan saya harap dapat memenuhi kekosongan yang terlihat dalam bidang seni Islam di masjid-masjid Malaysia dengan seni Islam Iran, yang memiliki keagungan dan keindahan tersendiri. Saya melakukan kreasi dan inovasi dalam hal ini, yang mendapat sanjungan dan lambat laun mendapat kemajuan dan saya dapat memperluas pekerjaan ini dan terus berlanjut.

Sejatinya, saya berhijrah ke Malaysia setelah terjadi banyak pasang surut dan dengan inayah Allah swt, sejak awal kehadiran saya, meski kecil segala bentuk kesenian saya diperkenalkan ke salah satu markas Seni dan Islam Kuala Lumpur, Malaysia, dan berkomunikasi dengan markas tersebut dan Alhamdulillah saya berhasil hadir di pameran seni Islam dan memaperkan papan al-Quran saya, dimana ini adalah awal permulaan untuk memulai pekerjaan besar, yang memiliki pengaruh yang lebih baik. Saya melewati lebih dari 65 pameran berkelompok dan individual dengan papan-papan berhiaskan nama Allah dan ayat-ayat al-Quran setiap hari berkat al-Quran.

Untuk pertama kalinya saya mengetengahkan pekerjaan-pekerjaan saya ke markas cetak dan publikasi al-Quran Restu di kota Shah Alam, 40 kilo meter Kuala Lumpur.

IQNA: Kenapa Malaysia?

Malaysia adalah negara aman dan santai dan anggaran hidup juga tidak terlalu tinggi, negara ini juga memiliki banyak masjid, yang mana di situ juga benar-benar dirasakan perlunya pemanifestasian seni Islam – Iran. Selain itu, keluarga saya juga setuju dan pergi bersama saya. Sebelum pameran, saya mencari tahu pendapat keluarga saya terkait karya saya dan mereka juga membantu saya dalam hal ini dan menyertai saya.

IQNA: Kenapa anda memulai pekerjaan anda di Malaysia, apakah anda mendapat dukungan lembaga khsusus?

Saya memulai pekerjaan saya secara individual dan spontan, sebuah pekerjaan yang berkembang karena berkah dan dukungan al-Quran sendiri, namun tak lama kemudian dari kemajuan saya, saya melamar pekerjaan dari kedutaan Iran di Kuala Lumpur. Kedutaan dalam banyak momen menghadiahkan karya-karya saya kepada para pemimpin, menteri dan para tamu undangan. Marzieh Afkham (duta Iran di Malaysia) juga menunjukkan hasrat baik terhadap karya tersebut.

Sekarang ini, sekitar 12 orang sibuk bekerja dalam kelompok kami, dimana para seniman dari Indonesia, Afganistan, Iran dan Malaysia, yang sebelumnya juga dari Pakistan dan bahkan Suriah bekerjasama dengan kami. Alhamdulillah kami memberikan ekfektivitas baik di Malaysia dan karya-karya kami mendapat sambutan baik.

Dari Memperkenalkan Seni Iran ke Para Pejabat Malaysia sampai Desain Darul Quran Seluas Lapangan Hijau

Karya Kavand di tangan Mahattir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia bersama istrinya


Dari Memperkenalkan Seni Iran ke Para Pejabat Malaysia sampai Desain Darul Quran Seluas Lapangan Hijau

                                                  Kavand bersama Raja Malaka


Dari Memperkenalkan Seni Iran ke Para Pejabat Malaysia sampai Desain Darul Quran Seluas Lapangan Hijau

                             Hadiah Kavand kepada Menteri Ma'arif Islami Malaysia


Dari Memperkenalkan Seni Iran ke Para Pejabat Malaysia sampai Desain Darul Quran Seluas Lapangan Hijau

Pertemuan Kavand dengan menteri luar negeri Iran Zarif dan Duta Iran, Maryam Afkham 

Bersambung...

http://iqna.ir/fa/news/3565537



Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\