IQNA

Amnesti Internasional:
23:04 - January 31, 2017
Berita ID: 3470991
MYANMAR (IQNA) - Organisasi internasional HAM Amnesty Internasional meminta pemerintah Myanmar agar mengkaji secara adil pembunuhan Ko Ni, pengacara terkemuka muslim, yang menjadi target penembakan di bandara Yangon, Minggu (29/1).

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Channel News Asia, pembunuhan pengacara muslim ini di antara ketegangan sosial dan agama di Myanmar negara Buddhis adalah sebuah kekerasan politik yang langka, yang menyebabkan kekhawatiran masyarakat dan keamanan kawasan barat laut negara ini, yang menjadi kawasan muslim.

Polisi menangkap seorang berusia 53 tahun hanya sebagai tersangka penembakan pengacara tersebut.

Wakil terkemuka mesir ini adalah penasihat Partai Aung San Suu Kyi.

Ia ditembak di bandara internasional Yangon, sepulang dari Indonesia dan saat naik taksi.

Sopir taksi juga ikut tewas dikarenakan upaya untuk mengenali penyerang.

Organisasi Amnesty internasional, Minggu (29/1), dengan memublikasikan sebuah statemen dengan mengumumkan tewasnya pengacara muslim memiliki tanda-tanda teror, meminta pemerintah Myanmar agar melakukan riset universal, independen dan tidak berpihak terkait hal ini dan mengumumkan hasilnya.

Pengacara 63 tahun ini mengkritik kesinambungan peran tentara Myanmar di kantor Myanmar, dimana dengan menguasainya partai liga nasional untuk demokrasi, dengan diketuai Aung San Suu Kyi, pemenang hadiah perdamaian nobel, sampai sekarang ikut campur dalam urusan pemerintah.

Keluarga dan para teman pengacara muslim ini mengatakan, ia berkali-kali diancam karena aktivitas-aktivitas politiknya, namun motivasi pembunuhannya sampai sekarang belum diumumkan.

http://www.iqna.ir/fa/news/3568331

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\