IQNA

5:53 - July 15, 2017
Berita ID: 3471393
PALESTINA (IQNA) - Pasca aksi syahid para remaja Palestina di Masjidil Aqsha, rezim Zionis untuk pertama kalinya selama setengah abad terakhir melarang pelaksanaan salat Jumat di situ.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Shafaqna, cannel berita Palestina PNN melaporkan, para penanggung jawab rezim zionis, Jumat pagi dalam merespon aksi syahid tiga remaja Palestina di dalam kawasan Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis jajahan, mengumumkan bahwa pintu-pintu masjid akan ditutup untuk para jamaah salat dan salat Jumat juga tidak akan dilaksanakan di situ.

Menurut laporan tersebut, sejumlah media berbahasa Ibrani dalam hal ini melansir dari Yoram Halevy, pemimpin pasukan polisi rezim Zionis di Baitul Maqdis terjajah, yang berdasarkan perintahnya, gerbang-gerbang tanah suci Quds ditutup dan kawasan Masjidil Aqsha dikosongkan dari warga Palestina, sementara sekarang ini salat Jumat juga tidak dilaksanakan di masjid, karena akan tetap ditutup sampai informasi berikutnya.

Sementara itu, jurnalis cannel berita Aljazeera Qatar di kawasan jajahan melaporkan bahwa ini untuk pertama kalinya dari tahun 1969 M (48 tahun lalu) rezim Zionis melarang pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Aqsha.

Perlu diketahui bahwa dalam aksi syahid Jumat pagi di dekat salah satu pintu gerbang utara Masjidil Aqsha, tiga remaja palestina awalnya menembaki pasukan polisi rezim Zionis dan sejumlah dari mereka mengalami luka-luka, dimana dua orang tumbang tidak dapat berjalan dikarenakan cedera parah dan setelah itu juga menjadi target tembakan pasukan Zionis dan mereka akhirnya syahid.

http://iqna.ir/fa/news/3618660

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\