IQNA

Warga Rohingya Mukim di India:
17:56 - September 18, 2017
Berita ID: 3471567
MYANMAR (IQNA) - Salah seorang muslim Myanmar yang tinggal di India mengatakan, saya lebih memprioritaskan agar pemerintah India membunuh atau memenjarakan saya dibanding mengembalikan saya ke Myanmar.

Menurut laporan IQNA dilansir dari harian Dailiy Mail, nampaknya kesengsaraan dan penderitaan umat muslim Rohingya tidak memiliki akhir dan bahkan mereka yang dapat kabur dari kematian masih menghadapi banyak problem di India, Nepal, dan Bangladesh.

Pemerintah India, Minggu (17/9) mengumumkan, kasus pengeluaran 40 ribu muslim Rohingya yang telah bermigrasi sejak 10 tahun lalu ke India telah diserahkan ke Mahkamah Tinggi; karena mereka dianggap mengancam keamanan.

Kinerja ini mendapat penentangan keras Zeid Ra’ad Al-Hussein , Komisaris Tinggi HAM PBB dan sejumlah lembaga HAM.

Menurut laporan PBB, 16 ribu muslim Rohingnya secara resmi tercatat di India, sementara banyak sekali yang hadir di negara ini dengan tanpa data pencatatan.

Salah satu muslim Myanmar yang mukim di India mengatakan, saya lebih memprioritaskan agar pemerintah India membunuh atau memenjarakan saya dibanging mengembalikan saya ke Myanmar.

Pemerintah Nepal juga berupaya menghalau masuknya umat muslim Rohingya ke negara ini.

Ram Krishna, Juru Bicara Kemeterian Negara Nepal mengumumkan, kami sangat memeriksa perbatasan sehingga dapat menghalangi masuknya umat muslim Rohingya. Kami tidak sanggup mengemban banyak krisis.

Pemerintah Bangladesh juga yang sampai sekarang sudah menerima banyak pengungsi Rohingya, Minggu (17/9) mengumumkan, para imigran ini tidak berhak untuk meninggalkan kamp-kampnya di kawasan Cox’s Bazar.

Ketua Polisi Bangladesh mengumumkan, para imigran ini harus tinggal di kampnya sampai mereka dipulangkan lagi ke negaranya.

http://iqna.ir/fa/news/3642914


Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\