IQNA

12:37 - December 02, 2017
Berita ID: 3471752
HOUSTON (IQNA) - Markas Islam al-Da’wah di kota Houston di Texas Amerika dikenal sebagai salah satu markas Islam penting Negara ini, dimana sebagian darinya adalah sebuah museum yang sedang didirikan untuk mengenal sejarah peradaban 1400 tahun Islam.

Menurut laporan IQNA, markas Islam al-Da’wah yang setiap pekannya menyambut umat muslim dari pelbagai kelompok masyarakat dari para staf industri minyak, gas, markas medis, komersil, pendidikan, sampai markas ruang angkasa NASA dibeli dan dirikan oleh seorang pemain basket nasional Amerika.

Pembuatan al-Da’wah

Markas Islam al-Da’wah sebelumnya adalah sebuah gedung perbankan nasional Houston. Pada tahun 1994 gedung tersebut dibeli oleh Hakeem Olajuwon, pemain basket muslim Amerika, dan dirubah menjadi markas Islam.

Markas Islam al-Da’wah memiliki staf dari pelbagai Negara, seperti Tunisia, Mesir, Yordania, dan Meksiko.

Markas ini terletak di Franklin, di markas kota Houston, dan hari Senin – Jum’at, dari pukul 09:30 pagi waktu setempat sampai 17:30 terbuka untuk kunjungan umum.

Menurut pengumuman situs khou, dalam sepanjang tahap pembangunan gedung untuk merubah ke markas Islam ini, diupayakan esensi sejarahnya juga terjaga, semisalnya brankas tembok bank terjaga dan dirubah menjadi ruang penjualan hadiah-hadiah klasik dan oleh-oleh kebudayaan seantero dunia untuk dipakai para pengunjung.

Pemain Basket yang Merubah Bank Amerika Menjadi Markas Islam/ Merubah Brankas Menjadi Toko Kebudayaan

Hakeem Olajuwon, mantan pemain basket muslim Amerika

Markas Islam al-Da’wah sekarang ini adalah manifestasi arsitek indah yang mencakup atap kubah warna keemasan di dalam gedung, ruang-ruang indah pualam dan interior luar dengan batu gamping.

Gedung histori ini memiliki urgensi khusus untuk masyarakat multi budaya dan penduduk markas kota Houston.

Amir Abu Halimah, Direktur Markas Islam al-Da’wah terkait aktivitasnya mengatakan, tugas markas Islam al-Da’wah adalah mendorong para penganut pelbagai agama untuk melakukan dialog dan saling mengenal satu sama lain, dan demikan juga mengenalkan para non muslim dengan budaya dan sejarah Islam.

Selain melayani umat muslim, mereka di sini juga memberikan pelayanan gratis lainnya, seperti perpustakaan dan museum guna memperkenalkan Islam kepada masyarakat. Sejumlah program seperti pertemuan ceramah, pertemuan dengan para penulis dan konferensi memperingati para cendekiawan muslim termasuk aktivitas lain markas ini.

Kawasan Aman Ibadah

Direktur Markas Islam al-Da’wah mengatakan, markas ibadah ini adalah kawasan aman, yang dipergunakan untuk kegiatan spiritual, berfikir, dan salat-salat harian. Sekitar 1500 jemaah dalam sepanjang pekan berkumpul di masjid ini untuk menunaikan salat.

Abu Halimah menegaskan, Jumat adalah hari utama ibadah dan sekitar 700 jemaah hadir di masjid untuk menunaikan penyelenggaraan salat Jum’at. Ia menegaskan, masjid ini didirikan berdasarkan budaya persahabatan dan pengetahuan, bukan berdasarkan budaya takut dan intimidasi.

Perpustakaan Khusus

Salah satu perpustakaan tiada tara dengan kumpulan ilmu dunia Islam yang bernilai yang diambil dari Cina sampai Maroko dan Spanyol ada di markas Islam al-Da’wah. Perpustakaan ini adalah perpustakaan pertama Islam di Amerika Utara, yang tidak berafiliasi dengan unviersitas dan lembaga manapun dan dibangun dengan anggaran sekitar 5.2 juta dolar dan memiliki 25 ribu jenis buku.

Perpustakaan mencakup buku-buku terbatas tersohor Islam, yang ditulis oleh para penulis terkemuka Islam dan diterjemahkan oleh para peneliti dan cendekiawan tersohor. Buku-buku perpustakaan dikelompokkan menjadi enam bagian, Alquran, hadis, bahasa Arab, Ushul Fikih dan sejarah Islam.

Pemain Basket yang Merubah Bank Amerika Menjadi Markas Islam/ Merubah Brankas Menjadi Toko Kebudayaan

Museum Sejarah Islam

Markas Islam al-Da’wah, demikian juga sedang mendirikan museum besar di markas ini, yang dikhususkan untuk sejarah Islam. Para pengunjung museum ini dapat mengenal peradaban 1400 tahun Islam dan peranannya dalam pengembangan pelbagai aspek kehidupan manusia dan juga dengan pelbagai dinasti Islam dan pemerintahannya atas dunia Islam melalui pelbagai karya seni dan sejarah.

Karya museum ini disediakan dari sejumlah koleksi pribadi dan negara-negara Islam dan diputuskan karya lain juga dibeli guna menjadi koleksi yang cukup untuk dipamerkan di sepanjang tahun.

Pemain Basket yang Merubah Bank Amerika Menjadi Markas Islam/ Merubah Brankas Menjadi Toko Kebudayaan


Alamat Markas di atas peta

Pemain Basket yang Merubah Bank Amerika Menjadi Markas Islam/ Merubah Brankas Menjadi Toko Kebudayaan

http://iqna.ir/fa/news/3667300

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\