IQNA

8:01 - December 31, 2017
Berita ID: 3471826
MALAYSIA (IQNA) - Mengirim anak-anak ke markas hafalan Alquran berubah menjadi hal yang booming di kalangan kedua orang tua Malaysia, namun hal ini bagi kedua orang tua yang memiliki anak penderita autism bukanlah hal yang gampang.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The Sun Daily, anak-anak penderita Autisme biasanya berperilaku melawan, dan biasanya cenderung kesepian atau hiper aktif, dan hal ini mengajari mereka amatlah sukar.

Akademi Alquran al-Rayan di Kuala Lumpur berupaya merubah nasib anak-anak penderita Autisme dengan membantu mereka untuk menimba dan menghafal ayat-ayat Alquran.

Adil Fadhli, pendiri markas ini yang bersusia 35 tahun mengatakan, anak-anak di akademi ini mempelajari Alquran dan ritual-ritual agama.

“Untuk mempelajari Alquran di akademi ini, selain menggunakan Alquran digital yang dilengkapi dengan sistem suara dan membantu dalam menimba bacaan mudah, juga menggunakan tabel-tabel visual untuk mempelajari ritual-ritual agama dari tahap ke tahap untuk anak-anak,”  imbuhnya.

Fadhli mengatakan, kendati mengajar anak-anak bukanlah hal gampang, namun tidak mesti kesukaran menjadi penghalang anak-anak muslim ini untuk tidak mendapatkan haknya guna mempelajari Alquran.

Ia menambahkan, menimba Alquran oleh anak-anak ini, juga memiliki efektivitas lebih atas kinerja dan interaksi mereka. Sesekali seorang ibu menangis karena melihat kemajuan sensitivitas anaknya.

Fadhli yang memiliki 4 anak, setelah kelahiran anak ketiganya yang tertimpa Autisme, meluncurkan akademi Alquran ini.

Ia mengatakan, bagi saya peluncuran akademi pendidikan Alquran untuk membantu anak-anak ini amatlah penting dan saya mendapatkan umpan balik energi yang sangat besar.

Di masa mendatang, Fadhli berencana mendirikan cabang akademi Alquran ini di beberapa propinsi Malaysia lainnya.

 

http://iqna.ir/fa/news/3677490

 

Kunci-kunci: Malaysia ، Autisme ، Harapan Baru ، Pelajar Alquran ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\